Tahun Depan, Dana Desa di Gunungkidul Berkurang

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja
28 November 2021 19:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pagu anggaran Dana Desa yang bersumber dari Pemerintah Pusat dipastikan berkurang Rp248 juta dibandingkan yang diterima tahun ini. Adapun rincian alokasi untuk masing-masing kalurahan masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro mengatakan, pagu anggaran dana desa untuk tahun depan sudah keluar. Adapun besarannya mencapai Rp144.366.177.000. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan yang diterima di tahun ini sebesar Rp144.614.409.000. “Sesuai pagu dari Pusat ada penurunan sebesar Rp248 juta,” kata Subiyantoro, Minggu (28/11/2021).

Dia menjelaskan, penurunan ini terjadi karena pagu anggaran di tingkat Pusat juga ikut berkurang. Meski demikian, Subiyantoro memastikan, hal tersebut tidak akan berpengaruh besar ke kalurahan karena pengurangan tidak terlalu banyak.

BACA JUGA: Cegah Varian Covid-19 Omicron, Indonesia Tutup Kedatangan dari Afrika Selatan

“Turun sedikit dan tidak begitu berpengaruh terhadap program kegiatan,” katanya.

Ditambahkannya, untuk kepastian alokasi di masing-masing kalurahan masih menunggu PMK. Hal ini dikarenakan, aturan ini juga menjadi petunjuk teknis dan pelaksana dalam pemanfaatan dana desa.

Secara garis besar, dana desa masih digunakan untuk program rutin seperti pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur. Selain itu, juga digunakan dalam penanangan dampak dari pandemi corona.

“Untuk kegiatan sudah ada Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, tapi didalamnya belum mengatur secara detail,” katanya.

Disinggung mengenai penyaluran dana desa di tahun ini, Subiyantoro mengakui besaran sudah mencapai Rp136.589.500.000 dari pagu yang ada. Sedangkan untuk pelaksanan output kegiatan sudah mencapai 81%.

“Masih terus berjalan dan hingga akhir tahun nanti bisa lebih optimal,” katanya.

Terpisah, Lurah Pacarejo, Semanu, Suhadi mengatakan, belum mengetahui tentang turunnya pagu anggaran dana desa dari Pemerintah Pusat di tahun depan. Untuk kepastian, ia masih menunggu pemberitahuan secara resmi dari pemkab terkait dengan kebijakan tersebut. “Belum ada infomasi berkaitan dengan alokasi untuk tahun depan,” katanya.

Menurut dia, dana desa sangat membantu dalam program pembangunan di kalurahan. Pagu yang ada digunakan berbagai kegiatan mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat. “Untuk tahun ini juga ada program Bantuan Langsung Tunai [BLT] Dana Desa yang diberikan selama satu tahun,” katanya.