Pemda DIY Siapkan SDM untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
29 November 2021 20:17 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyatakan siap menghadapi potensi lonjakan Covid-19 menyusul mulai bermunculan kasus baru hasil tracing sekolah. Sejumlah rumah sakit, selter dan tenaga kesehatan siap untuk kembali menangani adanya potensi lonjakan Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan meski saat ini kasus Covid-19 dari hasil tracing sekolah mulai menurun, namun hal tersebut tidak membuat Pemda DIY mengendorkan kewaspadaan.

Sejumlah rumah sakit, selter dan tenaga kesehatan yang sempat diistirahatkan dan dialihkan untuk menangani pasien reguler diklaim siap kembali diaktifkan jika ada lonjakan Covid-19.

BACA JUGA : Corona di Jogja Hari Ini Meroket Lagi, Tertinggi se-Indonesia

"Jika ada kasusc ya para tenaga kesehatan ini siap diterjunkan. Termasuk bed rumah sakit semua siap. Selter juga siap. Begitu juga prasarana yang sempat ditutup karena tak ada penghuni tapi nanti bisa dipakai lagi," kata Aji, Senin (29/11/2021).

Lebih lanjut Aji mengungkapkan, sejauh ini, Pemda DIY belum ada rencana untuk menyiapkan selter khusus untuk karantina warga yang pulang dari bepergian keluar negeri. Sebab, mereka yang pulang dari bepergian keluar negeri dan sampai di Jogja pasti telah discreening dan menjalani isolasi.

"Jadi tidak perku siapkan tempat karantina karena tidak ada pemerbangan langsung ke luar negeri. Apalagi Pemerintah Pusat juga  sudah menutup penerbangan dari Afrika Selatan," jelasnya.

Meski demikian, Aji tetap meminta kepada warga di DIY untuk tetap waspada terkait dengan adanya varian baru Omicron. Warga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat beraktivitas.

"Kami sendiri hanya akan melakukan tindakan reguler. Jika yang ada yang aneh-aneh baru akan ada tindakan nantinya," ungkap Aji.

Sementara terkait dengan masifnya kasus baru hasil tracing sekolah, Aji mengaku Pemda DIY telah melakukan tindakan dengan menutup kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah yang didapatkan ada siswa atau guru positif Covid-19. Sementara untuk sekolah lainnya yang tidak ada kasus, PTM tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya agar tidak ada lagi klaster sekolah.

"Kami juga minta satgas kalurahan untuk aktif dan memberi penjelasan kepada masyarakat terkait perubahan perilaku. Pemetaan sudah dilakukan di sekolah dan tempat tes sampel dilakukan," papar Aji.

BACA JUGA : Update 3 November 2021: Covid-19 di Jogja Melonjak Lagi 

Untuk tes sampel terbaru, Aji menjabarkan di Gunungkidul, tes sampel dilakukan di tingkat SD sampai SMA. Dari 6 sekolah SMA ditemukan 16 positif, 8 di antaranya berasal dari SLB Negeri Gunungkidul, Sleman ada SMKN1 Tempel, Kota Jogja ada di SMPN4 Jogja. "Untuk Kulonprogo itu ada di Negeri 2 Dekso, Kalibawang. SDN 1 Jonggrangan, Girimulyo dan SMKN1 Girimulyo," ucap Aji.

Sebelumnya,  Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih menuturkan, meski menutup 31 selter pada tanggal 22 September 2021 lalu, seiring menurunnya angka Covid-19 di DIY, bukan berarti pihaknya tidak bersiap diri menghadapi kemungkinan lonjakan pasien Covid-19 jelang Nataru. Sebab,  saat ini ada satu selter yang tetap dipersiapkan untuk menampung pasien Covid-19.

"Untuk selter Veteran [Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial, di Jalan Veteran, Kota Jogja] memang masih kami buka. Ini kami lakukan untuk antisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19. Karena dalam beberapa hari terakhir memang ada peningkatan Covid-19, maka selter ini masih kami siagakan dan tidak tutup," katanya.

Meski demikian, Endang mengungkapkan, saat ini belum banyak pasien Covid-19 yang ditampung di selter berkapasitas 100 orang tersebut. Sebab, banyak pasien Covid-19 yang memilih melakukan isolasi mandiri di rumah. "Tapi, kalau memang butuh untuk dirawat di selter, selter tersebut siap untuk digunakan," jelasnya.