Muncul Balon Ketua DPD dari Luar Kader, Demokrat Bantul Protes

Sekretaris DPC Demokrat Bantul, Hozi. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
29 November 2021 11:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Prahara di tubuh partai Demokrat tak juga usai. Setelah usai diterpa masalah dualisme ketua umum Demokrat di tingkat pengurus pusat yang menyebabkan sejumlah ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dipecat, kini masalah muncul jelang pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DIY. DPC Demokrat Bantul protes karena muncul sejumlah nama bakal calon (Balon) yang diusung berasal dari luar partai.

Sekretaris DPC Demokrat Bantul, Hozi mengatakan Demokrat Bantul harus bersuara karena munculnya beberapa bakal calon dari luar partai yang dimotori oleh pengurus DPD DIY sendiri. Padahal sesuai aturan partai bakal calon ketua DPD atau DPC adalah kader atau sudah memiliki kartu anggota partai, “Kader sendiri tidak diberi kesempatan. Kami merasa ini sangat tidak demokratis,” ujar Hozi, Senin (29/11/2021).

BACA JUGA : Demokrat Kota Jogja Terus Mendekat ke Masyarakat

Pihaknya sudah mengumpulkan semua pengurus DPC Bantul dan pengurus anak cabang (PAC) se-Bantul untuk menyuarakan dan menyampaikan sikap kepada Dewan Piminan Pusat (DPP) dan DPD terkait sikap DPD yang tidak demokratis.

Tidak demokratis yang dimaksud karena pengusulan nama-nama bakal calon DPD yang diusulkan tanpa memberitahukan kepada kader, selain itu juga berasa dari luar partai yang menurutnya tidak mengetahui permasalahan dalam tubuh Demokrat. Hozi khawatir bakal calon tersebut bukan ingin memajukan partai tapi malah memblusukan partai, “DPP Harus mengevaluasi kejadian ini,” ucap Hozi.

Menurut dia, seharusnya pengurus DPD DIY terbuka dalam pencalonan ketua DPD, tidak tiba-tiba langsung diususulkan ke DPP. Syarat calon diusulkan minimal oleh dua pemegang suara sah. Di DIY pemegang suara sah ada tujuh, yakni masing-masing kabupaten dan kota satu suara. Dan dua suara dari pengurus DPD dan DPP. Total jadi tujuh suara.

Selama ini pihaknya bersikap pasif karena yang sebelumnya ketua DPD DIY sekarang akan mencalonkan kembali sebagai ketua sehingga kader di tingkat bawah menerima saja. Namun yang muncul belakangan justru mengusung nama lain dan nama tersebut sama sekali tidak dikenal oleh kader Demokrat dan tidak memiliki KTA.

Kepala Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPC Demokrat Bantul, Isdi Suryanto menambahkan selama ini pengurus DPC baru sibuk mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) tingkat kabupaten dan kota yang harus selesai Desember mendatang. Namun tiba-tiba pengurus DPD dan DPC lain sudah mengusung nama bakal calon ke DPP dan nama yang diusung bukan dari internal kader, “Saya tak terima ini matinya demokrasi, tak transparan seolah jalan sendiri tanpa koordinasi,” ujar Isdi.

Sekretaris Jenderal DPD Demokrat DIY, Freeda Mustikasari menyatakan apa yang terjadi saat ini merupakan dinamika menjelang Musda di mana masing-masing pemilik suara sah sudah punya calon untuk diusulkan ke DPP. Namun ia mengaku memang ada dua nama bakal calon ketua DPD yang diusulkan bukan dari internal kader. Hal itu diusulkan oleh pemilik suara minimal mengantongi 20% suara dari total tujuh suara saha atau minimal mendapatkan dukungan dari dua pemilik suara sah.

BACA JUGA : MA Tolak Gugatan Yusril, Begini Respons Demokrat Jogja

Ia berharap calon dari eksternal partai bisa masuk partai terlebih dahulu dan mensosialisasikan pencalonannya kepada semua kader sampai tingkat bawah,

“Karena bagaiman apun bakal calon ini jika terpilih kan akan memimpin banyak kader Demokrat. Sehingga bakal calon harus paham program-program dan tujuan partai Demokrat,” ucap Freeda.

Sebab syarat bakal calon adalah harus memiliki KTA dan berkomitmen untuk membesarkan partai. Menurut dia siapapun bisa mencalonkan diri menjadi pimpinan asalkan punya niat membesarkan partai dan memiliki KTA partai. Secara pribadi Freeda mendukung bakal calon yang diusung adalah internal kader karena sudah mengetahui permasalahan yang dialami partai sehingga tahu cara memperbaikinya.