Wisata di Kulonprogo Tetap Dibuka Saat Libur Akhir Tahun

Suasana sepi damai hari di Puncak Ngepoh yang belum banyak dikunjungi wisatawan, Jumat (4/5/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
29 November 2021 06:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pariwisata Kulonprogo menyatakan objek wisata di wilayah ini tetap dibuka saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dibukanya objek wisata saat libur Nataru diharapkan dibarengi dengan penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat dan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment).

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan jawatannya telah mengimbau agar sejumlah pengelola objek wisata mampu beradaptasi dengan penerapan PPKM level tiga jelang libur nataru. Pengelola wisata diharapkan tidak terlena setelah dicabutnya PPKM berjenjang.

"Upaya vaksinasi Covid-19 kepada pengelola wisata terus kita lakukan. Pada dasarnya, kami sebagai pelaksana tugas hanya menjalankan perintah terkait dengan regulasi dari pemerintah pusat terkait dengan upaya menekan kasus Covid-19," ujar Joko daat dikonfirmasi pada Minggu (28/11/2021).

Dikatakan Joko, tetap dibukanya sejumlah objek wisata di wilayah bumi binangun tidak terlepas dari upaya Pemkab Kulonprogo dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) untuk memenuhi target yang telah ditentukan.

"Berdasarkan catatan dari Dinpar Kulonprogo, hingga akhir Oktober 2021, PAD dari sektor pariwisata mencapai 64,22 persen atau setara Rp 2,4 miliar dari target yang ditentukan sebesar Rp 3.8 miliar," tegas Joko.

Sementara itu, Pemkab Kulonprogo melarang ASN di lingkungan Pemkab setempat untuk bepergian ke luar kota selama libur natal dan tahun baru (Nataru). Bagi ASN yang kedapatan melakukan perjalanan ke luar kota selama libur nataru, Pemkab Kulonprogo akan menyiapkan sanksi.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengatakan ASN di lingkungan Pemkab Kulonprogo diharapkan tetap berada di wilayah Kulonprogo untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19 saat pergi ke luar kota.

"Kami berharap agar ASN tidak pergi jauh atau mudik saat libur nataru. Kita seyogianya tetap tinggal di daerah. Kalau tidak ada agenda yang penting sekali ya jangan pergi-pergi lah," kata Sutedjo pada Minggu (28/11/2021).

BACA JUGA: Ada 300.000 Lebih Warga Indonesia Punya Tabungan di Atas 2 Miliar

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan upaya yang ditempuh oleh jawatannya untuk menekan penyebaran Covid-19 jelang libur Nataru dan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 adalah dengan menutup alun-alun Wates selama lima hari.

"Penutupan alun-alun Wates dilakukan pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Penutupan Alun-alun Wates direncanakan berlangsung selama lima hari hingga satu minggu. Selama ditutup, masyarakat dilarang memasuki kawasan tersebut. Para PKL di sana juga akan dipindahkan ke tempat lain," ungkap Fajar.