Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, WONOSARI—Memasuki musim hujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul mulai meningkat. Masyarakat diminta waspada.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul menunjukkan ada 78 kasus dari Januari hingga Oktober 2021. Pada November ini tercatat ada tambahan 26 kasus sehingga total menjadi 104 warga yang terserang DBD.
BACA JUGA: Datang dengan Rombongan Suporter, Pembakar Omah PSS Sleman Menyerahkan Diri
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini, mengatakan ada kecenderungan kenaikan kasus demam berdarah di musim hujan. Tren ini sudah mulai terlihat karena dalam kurun waktu satu bulan (November) ada penambahan 26 kasus baru. Padahal, di bulan sebelumnya seperti Juni dan Juli tidak ada kasus sama sekali. Sementara, pada September tercatat hanya enam kasus dan Oktober 23 kasus.
“Total hingga November ada 104 kasus dan memang cenderung meningkat kasusnya” katanya, Rabu (1/12).
Diah menjelaskan, warga yang rentan terserang penyakit DBD adalah mereka yang berusia 12-25 tahun.
Dinas berusaha mencegah penularan DBD dengan menggalakan program satu rumah satu pemantau jentik nyamuk. “Selain itu kami juga melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.
BACA JUGA: Sudah Puluhan Tahun, SD Negeri Mulusan Gunungkidul Masih Numpang di Tanah Warga
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan kasus DBD di Bumi Handayani menurun tajam dibandingkan di 2020. Terlebih lagi di tahun ini, dari 104 kasus yang tercatat tidak ada pasien yang meninggal dunia karena gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Meski demikian, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Menurut dia, kewaspadaan terhadap ancaman penyakit DBD bisa dilakukan dengan terus menjalankan program hidup bersih sehat dan berolahraga.
“Tentunya harus didukung dengan makanan yang bergizi. Program pemberantasan sarang nyamuk tetap harus dilakukan secara berkala melalui gerakan 3M,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.
Tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat setelah hilang kontak tiga hari di perairan Banggai dan terdampar di Sulawesi Utara.
Suahasil Nazara menegaskan komitmen menjaga APBN agar mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia hingga 2029.
Desa Wisata Sasak Ende menghadirkan kehidupan tradisional Sasak lewat rumah adat, Gendang Beleq, Peresean dan aktivitas warga.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.