Waspada, Kasus DBD di Gunungkidul Mulai Meningkat

Ilustrasi - Pixabay
01 Desember 2021 21:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI—Memasuki musim hujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Gunungkidul mulai meningkat. Masyarakat diminta waspada.

Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul menunjukkan ada 78 kasus dari Januari hingga Oktober 2021. Pada November ini tercatat ada tambahan 26 kasus sehingga total menjadi 104 warga yang terserang DBD.

BACA JUGA: Datang dengan Rombongan Suporter, Pembakar Omah PSS Sleman Menyerahkan Diri

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini, mengatakan ada kecenderungan kenaikan kasus demam berdarah di musim hujan. Tren ini sudah mulai terlihat karena dalam kurun waktu satu bulan (November) ada penambahan 26 kasus baru. Padahal, di bulan sebelumnya seperti Juni dan Juli tidak ada kasus sama sekali. Sementara, pada September tercatat hanya enam kasus dan Oktober 23 kasus.

“Total hingga November ada 104 kasus dan memang cenderung meningkat kasusnya” katanya, Rabu (1/12).

Diah menjelaskan, warga yang rentan terserang penyakit DBD adalah mereka yang berusia 12-25 tahun.

Dinas berusaha mencegah penularan DBD dengan menggalakan program satu rumah satu pemantau jentik nyamuk. “Selain itu kami juga melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.

BACA JUGA: Sudah Puluhan Tahun, SD Negeri Mulusan Gunungkidul Masih Numpang di Tanah Warga

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan kasus DBD di Bumi Handayani menurun tajam dibandingkan di 2020. Terlebih lagi di tahun ini, dari 104 kasus yang tercatat tidak ada pasien yang meninggal dunia karena gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Meski demikian, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Menurut dia, kewaspadaan terhadap ancaman penyakit DBD bisa dilakukan dengan terus menjalankan program hidup bersih sehat dan berolahraga.

 “Tentunya harus didukung dengan makanan yang bergizi. Program pemberantasan sarang nyamuk tetap harus dilakukan secara berkala melalui gerakan 3M,” katanya.