KPw BI DIY Usung Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali menggelar Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026.
Peluncuran website parikolektif.com di Kotagede, Kamis (2/12/2021)./Harian Jogja-Yosef Leon
Pemerintah Kota Jogja bersama komunitas Panen Apa Hari Ini (PARI) dan The United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang merupakan Serikat organisasi perkotaan se-Asia Pasifik, meresmikan situs web parikolektif.com sebagai dukungan terhadap pengembangan kelompok tani perkotaan.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian Kota Jogja, Kadri Renggono, Kamis (2/12/2021), mengatakan dari sisi skala ekonomi pertanian perkotaan relatif kecil dalam memproduksi hasil pertanian sehingga hasil panen lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing dan tetangga sekitar.
Menurut Kadri, pertanian kota bisa dioptimalkan dan dimanfaatkan tidak hanya pada aspek kebanggaan para petani, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi dan kreativitas. “Ini jadi tantangan untuk mengembangkannya," kata Kadri.
Founder Komunitas PARI, Anang Saptoto mengatakan kelompok ini adalah sebuah wadah inisiatif yang didirikan pada 2020 sebagai upaya memahami distribusi produk pertanian di Jogja. Awalnya Pari merupakan respons terhadap masalah distribusi hasil produksi ke kota karena pandemi, kemudian berkembang menjadi platform yang menghubungkan praktik seni dengan pertanian.
"Setiap kegiatan dikembangkan melalui kerja sama antara seniman dan mahasiswa seni, produsen makanan, penggemar pertanian, atau siapa saja yang tertarik dengan masalah kedaulatan pangan dan resolusi berbasis masyarakat," katanya.
Website parikolektif.com dikerjakan kurang lebih selama satu tahun dan rampung pada akhir tahun ini. Platform ini menjadi pintu masuk bagi siapa saja untuk mengakses informasi pertanian perkotaan, aktivitas kelompok tani yang terlibat di dalamnya, jual beli, foto, video informasi panen, pra tanam dan olahan panen.
Sejumlah kelompok tani yang telah bergabung di antaranya yakni Kelompok Wanita Tani Langgeng Makmur Lengah Kulonprogo; Kelompok Tani Ngadi Mulyo Pugeran; Kampung Markisa Blunyahrejo; dan Kelompok Tani Purba Asri.
Resilience and Public Space Officer UCLG ASPAC, Rendy Primrizqi menuturkan, program itu bermula dari hasil diskusi dengan Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi yang menyatakan Pemkot Jogja bekerja sama dengan go-shop untuk membantu memasarkan produk pasar tradisional selama pandemi Covid-19. Untuk itu UCLG ASPAC mencoba lebih jauh menjangkau sampai produsen awal yakni petani. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali menggelar Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026.
Pemkab Sleman dan RSUD Prambanan lakukan audit medis dan etik usai kasus pasien anak meninggal. Proses hukum dan investigasi terus berjalan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa ANTARA memiliki posisi penting dalam ekosistem informasi nasional karena menjadi sumber rujukan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu pengunduran diri dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.