Pengawasan Prokes Bagi Pengendara Akan Diperketat saat Libur Nataru

Suasana TKP ABA pada jelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
03 Desember 2021 10:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkab Sleman melakukan pengetatan di sektor pariwisata. Hal ini diberlakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Wisatawan yang kedapatan positif langsung diisolasi.

Kepala Bidang Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Marjana mengatakan angkutan wisata tidak luput dari pengawasan. Selama periode Nataru 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, setiap kendaraan yang masuk ke Sleman akan diperiksa di Terminal Jombor.

"Pengecekan kendaraan akan dilakukan petugas di Jombor. Kendaraan pariwisata yang memenuhi syarat PeduliLindungi akan ditempel stiker," katanya, Kamis (2/12).

Sebaliknya, lanjut dia, bila persyaratan tidak terpenuhi maka bus atau kendaraan pariwisata tersebut akan diminta untuk putar balik. "Intinya kalau tidak sesuai dengan persyaratan termasuk ada wisatawan yang belum divaksin, kami minta putar balik," katanya.

Tidak hanya kendaraan wisatawan yang diperiksa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman juga akan melakukan tes swab acak di lokasi wisata. Jika saat pemeriksaan didapati yang positif Covid-19, akan langsung diisolasi.

"Kami akan melakukan uji swab acak kepada wisatawan. Kalau ada yang positif Covid-19 kami isolasi untuk mencegah terjadinya penularan di lokasi wisata," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni.

Sampling tes Covid-19 bagi wisatawan nantinya dilakukan dengan metode antigen. Kegiatan serupa pernah dilakukan saat libur lebaran lalu di mana Dinkes melakukan swab acak kepada wisatawan di sejumlah objek wisata. Target uji swab sebanyak 100 pengunjung di beberapa objek wisata.

Adapun pemindahan wisatawan yang positif Covid-19 ke lokasi isolasi akan dilakukan dengan dua cara. Opsi pertama mereka akan diisolasi ke isoter. Opsi kedua, jika wisatawan dari luar kota tidak menghendaki, maka petugas akan menghubungi pihak berwenang di kabupaten asal supaya temuan tersebut ditindaklanjuti.

"Meski kasus Covid-19 terus melandai, kami tetap siapkan isoter baik di Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang. Lokasi Isoter lainnya tidak menutup kemungkinan dibuka lagi untuk mengantipasi kenaikan kasus," katanya.

Kepala Satpol PP Sleman Mustain Aminun mengatakan, selama libur Nataru jumlah petugas yang diterjunkan ke sejumlah objek wisata sebanyak 200 personel. Anggota Satpol PP ini bertugas untuk memback up mulai dari skrining di pintu masuk.

Selama Nataru, objek wisata tetap diperbolehkan buka tapi kapasitasnya dibatasi hanya 50%. Selain itu diberlakukan skrining pengunjung menggunakan aplikasi PeduliLindungi. "Saat libur akhir tahun nanti, status PPKM kan level 3, tentu kami akan mengetatkan pengawasan protokol kesehatan di tiga lokasi. Baik gereja, tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata," jelasnya.