Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Lahar Hujan

Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11 - 2020)./Ist Humas Pemda\\r\\n
04 Desember 2021 16:57 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar dingin atau lahar hujan Gunung Merapi guna menindaklanjuti penanganan kejadian bencana banjir lahar hujan yang menerjang pada Rabu (1/12/2021).

"Kami tetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar hujan Gunung Merapi sebagai upaya cepat untuk langkah penanganan," kata Kustini Sri Purnomo di Sleman, Sabtu.

Kejadian alam tersebut, mengakibatkan dampak kerusakan pada pipa jaringan air bersih di sepanjang aliran sungai berhulu Gunung Merapi yang dimanfaatkan warga di empat kelurahan di Sleman.

"Penetapan status tanggap darurat tersebut tersebut melalui Keputusan Bupati Sleman nomor 72/Kep.KDH/A/2021 tentang tanggap darurat bencana lahar hujan Gunung Merapi," katanya.

BACA JUGA: Jokowi Minta Polri Hormati Kebebasan Berpendapat

Menurut dia, status tanggap darurat ditetapkan sejak 2 Desember hingga 15 Desember 2021. Kebijakan itu diambil setelah melalui rapat koordinasi terkait penanganan jaringan air bersih warga yang terputus akibat banjir lahar hujan.

"Dengan adanya keputusan tersebut, diharapkan Kustini, dapat mempercepat penanganan bencana di banjir lahar hujan," katanya.

Ia mengatakan, nantinya, perbaikan jaringan air bersih yang rusak bakal menggunakan pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

"Kebutuhan yang digunakan berapa. Saat ini masih dihitung untuk kebutuhan riilnya," katanya.

Terkait kebutuhan air bersih warga, Pemkab Sleman telah melakukan droping air di beberapa titik. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses perbaikan jaringan pipa air yang agar kembali bisa digunakan.

"Droping air sudah dilakukan di Kalurahan Hargobinangun, Umbulharjo dan Glagaharjo. Kebanyakan warga di tempat itu mendapatkan air bersih dari jaringan pipa yang rusak itu," katanya.

Kustini mengatakan, pihaknya meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk waspada terhadap bahaya lahar dingin Gunung Merapi.

"Sementara jangan mendekat ke sungai-sungai berhulu Gunung Merapi sampai situasi benar-benar aman," katanya.

Sumber : Antara