Perbaikan Jaringan Air Bersih yang Diterjang Lahar Merapi Tergantung Cuaca

Pemkab mengirim sejumlah truk tangki berisi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Minggu (5/12/2021). - Istimewa/Dokumen BPBD Sleman
05 Desember 2021 23:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Perbaikan jaringan air bersih di tiga kalurahan yakni Hargobinangun dan Purwobinangun di Kapanewon Pakemm, serta Glagaharjo di Kapanewon Cangkringan terus dikebut. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sebagian warga mengandalkan dropping air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan banjir lahar hujan yang terjadi pada Rabu (1/12/2021) berdampak pada putusnya jaringan air dari sumber air Umbul Wadon. Kerusakan jaringan air bersih tersebut berdampak pada sejumlah warga.

BACA JUGA: Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Lahar Merapi

Pemkab terus mempercepat perbaikan jaringan pipa air di aliran Kali Boyong dan Kali Kuning. Perbaikan menjadi prioritas mengingat aliran tersebut menjadi pasokan air utama masyarakat sekitar. "Sampai saat ini masih dalam proses perbaikan. Kami belum mengetahui sampai kapan perbaikan selesai. Sebab, semuanya juga tergantung kondisi cuaca," kata Makwan kepada Harian Jogja, Minggu (5/12/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak, Pemkab menyalurkan air bersih. Pengiriman air bersih bagi warga dilakukan sejak Kamis (2/12). Satu tangki air bersih sudah diturunkan ke Padukuhan Ngipiksari, Kalurahan Hargobinangun. Sementara itu, delapan padukuhan di Kalurahan Glagaharjo dipasok tiga tangki dan enam tandon air. "Penyaluran air bersih dilakukan dengan cara mengisi bak hidran umum di 28 titik. Salah satunya di Glagaharjo, Cangkringan," katanya.

Sejumlah bak hidran diisi air yang dibawa truk tangki BPBD dan PMI Sleman. Di Dusun Kalitengah Lor terdapat lima titik bak yang diisi; Kalitengah Kidul 1 bak; Srunen 4 bak; Singlar 6 bak; serta Gading, Jetis dan Glagah masing-masing 4 bak. "Untuk Dusun Ngancar belum ada permintaan," katanya.

Lurah Purwobinangun, Heri Suasana mengatakan hingga kini perbaikan pipa jaringan air bersih terus dilakukan. Warga juga terus bergotong-royong memperkuat tebing dengan beronjong yang diterima dari BPBD Sleman. Rencananya, kata Heri, perbaikan pipa jaringan dilakukan pada Rabu (8/12). Kerusakan jaringan air bersih di kalurahan tersebut hanya sepanjang 600 meter. Pipa tersebut akan dipasang di tempat berbeda agar tidak kembali diterjang lahar hujan.

"Perbaikan jaringan pipa air bersih sementara sudah dilakukan tapi hasilnya belum maksimal. Kami masih menunggu bantuan pipa HDPE dari Pemkab. Rencana besok Rabu dikirim," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sementara waktu, lanjut Heri, warga menggunakan jaringan air yang diperbaiki secara darurat. Mereka mengisi tandon-tandon yang dimiliki. "Dampak kerusakan jaringan air bersih ini hanya di Dusun Kemiri, tapi menyebar ke beberapa RT. Ada sekitar 250 KK. Untuk sementara suplai air memanfaatkan air dalam tandon, dan belum menggunakan dropping air," katanya.

Hal senada disampaikan Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito. Menurutnya, putusnya jaringan air bersih tersebut berdampak pada warga di Kaliurang Selatan plus Ngipiksari, Kaliurang Barat dan Boyong. Sembari perbaikan darurat dilakukan, warga masih memanfaatkan air dari tandon.

"Sebagian jaringan air bersih sudah diperbaiki. Warga bergotong-royong memperbaiki jaringan. Ada beberapa titik yang sudah mengalirkan air, tetapi debitnya masih kecil," kata Amin.

Amin menyebut perbaikan jaringan pipa air bersih harus dilakukan untuk jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terjadi. "Jadi dibutuhkan perbaikan agar pipa benar-benar kuat. Apalagi yang rusak sekitar 1.500 meter di mata air Kemaduhan, Umbul Wadon," katanya.