Beda Nasib dengan Bandara YIA, Kereta Bandara YIA Justru Lebih Ramai

PT KAI (Persero) melakukan uji coba jalur rel KA Bandara YIA dengan menggunakan kereta diesel beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
07 Desember 2021 13:17 WIB Rahmi Yati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) masih sepi lantaran baru melayani 1,2 juta penumpang atau jauh dari target awal sebesar 10 juta penumpang per tahun. Kondisi berbeda terjadi pada kereta Bandara YIA.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto mengatakan sepinya YIA tidak berpengaruh terhadap operasional Kereta Api (KA) Bandara yang diresmikan pada 27 Agustus 2021.

BACA JUGA: Soal Semeru, Mbah Rono Minta Risma Tidak Perlu Marah-Marah

Menurutnya, penumpang KA Bandara YIA tersebut tidak hanya pengguna pesawat. "Penumpang KA Bandara YIA tidak melulu naik pesawat. Mungkin berangkat satu yang mengantarkan ada beberapa, sekalian piknik," kata Supriyanto, Selasa (7/12/2021).

Dia menuturkan, tidak sedikit pelanggan yang menggunakan KA Bandara hanya untuk berjalan-jalan atau sekadar piknik ke Bandara YIA. Terlebih, tidak ada aturan yang mewajibkan naik KA Bandara harus menujukkan tiket pesawat.

Dia memerinci, selama sebulan terakhir atau sejak 1 November 2021 hingga hari ini, tercatat sebanyak 46.439 orang yang menggunakan layanan KA Bandara YIA untuk 8 KA. Dari jumlah tersebut, rata-rata harian sebanyak 1.255 penumpang.

"Ada penumpang yang hanya piknik ke Bandara YIA karena tidak ada syarat naik KA Bandara YIA harus menunjukkan tiket pesawat. Itu jumlah penumpang untuk 8 KA. Mulai 27 November kamimenjalankan 20 KA," imbuhnya.

BACA JUGA: Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia saat Nataru

Sebelumnya, pemerhati penerbangan Alvin Lie menyebut Bandara YIA sepi penumpang meski ada KA Bandara yang bertujuan mempermudah akses masyarakat. Menurutnya kehadiran KA Bandara tersebut hanya menguntungkan bagi pekerja bandara.

Sama halnya dengan KA Bandara Soekarno-Hatta, Alvin menyebut fasilitas tersebut memang lebih dapat dirasakan manfaatnya bagi petugas bandara yang sering mondar-mandir ke bandara dan pusat kota ketimbang penumpang pesawat.

Sumber : JIBI/Bisnis.com