Nur Yuni Astuti Susun Rancangan Pemberdayaan Perempuan Mandiri

Anggota Komisi B DPRD Bantul, Nur Yuni Astuti. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
07 Desember 2021 03:37 WIB Media Digital Bantul Share :

BANTUL—Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam lingkungan masyarakat. Memberi akses keterampilan dan pelatihan yang sesuai potensi, dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Komisi B DPRD Bantul, Nur Yuni Astuti, menilai para perempuan harus mudah mendapatkan akses pelatihan. Tidak hanya sosialisasi bersifat lisan, tetapi inisiasi bahan dan alat penunjang keterampilan kudu didukung untuk memberdayakan perempuan.

"Saya akan konsentrasi ke perempuan, mengolah ibu-ibu. Karena untuk tahun depan mungkin banyak sosialisasi yang akan saya berikan kepada kaum perempuan. Menurut saya kaum perempuan itu merupakan kekuatan bagi suatu daerah," tutur Yuni pada Senin (6/12/2021).

Sebagai salah satu anggota DPRD Bantul perempuan, Yuni memiliki banyak rancangan untuk memberdayakan perempuan. Yuni mengusulkan adanya ruang berkumpul perempuan seperti perpustakaan desa.

Pembangunan perpustakaan desa, menurut Yuni, dapat menjadi tempat pembelajaran anak sekaligus wadah para perempuan untuk berkumpul dan mengasah keterampilan. "Untuk mereka akan ada semacam ruang yang di situ ada kegiatan untuk ibu dan anak-anak. Mungkin ada semacam perpustakaan, jadi di situ selain untuk tempat baca, dapat menjadi wadah kegiatan-kegiatan ibu," tambahnya.

"Pembinaan pelatihan berwujud non-fisik, pemberdayaan. Kalau di fisik salah satunya itu, adanya ruang berkumpul untuk mereka,"ujarnya.

Dalam wujud nonfisik, sosialisasi yang diberikan harus didukung dengan hibah modal alat atau bahan. Hal itu dinilai Yuni akan lebih menggerakan warga setelah pelatihan diberikan. "Bukan dari masalah sosialnya hanya sekadar motivasi, kan tidak hanya itu. Yang pasti dalam pelatihan itu ada mengikuti beberapa bahan atau alat atau apa yang bisa mereka bawa," terangnya.

"Saya berharap hibah itu bisa diberikan secara mudah. Tidak hanya memotivasi tanpa dikasih alat," imbuhnya.

Selain itu dalam pelaksanaanya, Yuni juga berpendapat pelatihan keterampilan kepada kaum perempuan juga bisa disesuikan dengan potensi wilayahnya. Aspek ini dapat meningkatkan keterampilan yang sudah ada atau memperbarui kemampuan sesuai perkembangan masa kini.

"Jadi kita harus tahu kondisi masing-masing tempat perempuan bertempat tinggal. Jadi lebih enak kalau fokus di situ. Misalnya kalau ada kampung membatik kami beri pengarahan latihan membatik," tambahnya.

Lewat pemberian ruang dan pelatihan keterampilan yang sesuai, Yuni berharap kemandirian perempuan di Bantul dapat ditingkatkan. "Sebagai perempuan mandiri yang tidak bergantung orang lain, seorang wanita membutuhkan keterampilan. Dan dalam hal ini, kita berusaha membantu lewat pelatihan-pelatihan itu. Karena kan kondisi perempuan akan lebih kuat lebih mandiri. Makanya kita hadir untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan ibu-ibu," pungkasnya. (ADV)