Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Ilustrasi ziarah pejabat./Harian Jogja
Harianjogja.com, WIROBRAJAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dalam proses memindahkan Makam Jopraban yang berada di Kemantren Wirobrajan. Pemindahan ini sebagai alih fungsi lahan makam menjadi Ruang Terbuka Hijau Publik dan fasilitas lain seperti balai pertemuan serta tempat kegiatan berbasis ekonomi.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan pengubahan fungsi ini sebagai aspirasi dari warga setempat.
“Itu kan karena kebetulan berdasar laporan masyarakat, sudah agak lama bertahun-tahun di sana tidak ada penambahan pemakaman, karena sudah penuh,” kata Heroe, Rabu (8/12).
BACA JUGA : Pemkot Jogja Batal Bangun Ruang Terbuka Hijau Tahun Ini
“Jadi, karena memang sudah lama dan seringkali digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bagi masyarakat tidak menguntungkan. Sekarang bangunan depan sudah kami robohkan.”
Ada sekitar 300 makam yang akan dipindahkan. Sejauh ini baru 175 ahli waris yang melapor dan sepakat terkait pemindahan. Untuk tempat pemindahan merupakan kewenangan dari pihak keluarga. Seluruh biaya ditanggung oleh Pemkot Jogja. Lantaran pemindahan ini berdasarkan aspirasi masyarakat, Heroe mengklaim tidak ada penolakan.
“Tapi masih ada banyak makam yang sampai sekarang kami belum ketemu ahli warisnya. Semua sudah kami identifikasi, foto, dan video secara drone. Kemudian kami petakan makamnya mana saja, supaya kalau ahli warisnya datang itu bisa tahu, oh dulu makamnya di sini, pindahnya ke sini,” katanya.
Pemkot Jogja juga sedang dalam proses mengurus kekancingan atau izin penggunaan lahan dari Kraton Jogja. Lahan makam tersebut berstatus Sultan Ground dan hendak digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Mantri Pamong Praja Wirobrajan, Sarwanto, proses sosialisasi sudah berlangsung beberapa waktu sebelumnya. Proses pemindahan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja.
BACA JUGA : Jogja Butuh Banyak Ruang Hijau, Bukan Hotel
“Beberapa ada yang dimakamkan kembali di makam-makam sekitar Kemantren Wirobrajan. Ada juga yang dipindah ke Kabupaten Bantul dan ke Kabupaten Kulonprogo. Bahkan ada yang menghendaki dipindah ke Salatiga, Jawa Tengah,” kata Sarwanto.
Target pemindahan makam selesai pada awal 2022. “Makam ini sudah ada sebelum 1985. Dan berdasar keterangan tokoh masyarakat, selama 30 tahun terakhir ini tidak ada lagi yang dimakamkan di sana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.