Advertisement

Warga Keluhkan Kawasan Nol Kilometer Jogja Macet parah Tiap Akhir Pekan

Yosef Leon
Minggu, 12 Desember 2021 - 17:17 WIB
Bhekti Suryani
Warga Keluhkan Kawasan Nol Kilometer Jogja Macet parah Tiap Akhir Pekan Petugas berjaga di area Titik Nol pada Sabtu (27/6/2020) malam-Harian Jogja - Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-- Warga mengeluhkan kawasan Titik Nol Kilometer yang acap kali macet saat memasuki akhir pekan. Lokasi ini kerap dipadati sejumlah kendaraan utamanya memasuki jam sibuk beraktivitas. Tidak hanya bus wisata, sejumlah kendaraan pribadi baik roda dua dan empat berpelat luar kota melintas di kawasan tersebut.

Dodi Kurniadi, 27 warga Wirobrajan mengaku kerap terjebak macet di kawasan tersebut. Lokasinya bekerja di area Gedongkuning mengharuskan untuk melintas di sepanjang jalur utama melewati Jalan K.H A. Dahlan menuju ke Jalan Sultan Agung. "Tiap jam 10 an atau sore mau pulang selalu macet," kata Dodi, Minggu (12/12/2021).

Ia menyebut, ukuran badan jalan yang terbatas ditambah volume kendaraan yang meningkat di akhir pekan membuat kawasan tersebut kerap kali macet. Apalagi dengan adanya pengerjaan pedestrian di sisi utara Jalan K.H. A. Dahlan, membuat badan jalan kian menyempit.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Harapannya ya ada manajemen atau skema lalu lintas yang optimal di kawasan itu, apalagi di akhir pekan," katanya.

BACA JUGA: Semeru Masih Bergejolak, Terjadi Gempa Letusan dan Guguran

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengakui bahwa area tersebut kerap dipadati oleh kendaraan. Tidak hanya bus wisata saja, melainkan kendaraan pribadi berpelat luar kota juga intensitas volumenya meningkat di kawasan itu pada akhir pekan.

"Memang keadaannya begitu, jalan di Kota Jogja tidak terlalu besar buat menampung volume kendaraan dalam jumlah banyak. Sementara jumlah kendaraan juga meningkat di akhir pekan," katanya.

Agus menyebut, pihaknya telah memberlakukan skema arus di kawasan tersebut. Ditambah lagi dengan aturan skema satu pintu masuk bagi bus wisata, sehingga dia mengklaim bahwa tidak ada lagi bus yang melewati tengah kota kecuali untuk urusan parkir.

"Ya kita kan hanya punya tiga lokasi itu untuk parkir bus. Ngabean, Senopati dan Abu Bakar Ali, jadi semuanya coba kita optimalkan supaya manajemen atau pengaturannya bisa cukup dan tidak terlalu menganggu arus lainnya," ucap dia.

Advertisement

Agus mengklaim bahwa, jumlah kendaraan wisata yang masuk ke Kota Jogja juga menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada Desember ini kebanyakan wisatawan berpelesir dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk masuk ke wilayah setempat.

"Kita harap masyarakat juga memaklumi bahwa lalu lintas yang padat itu ya memang karena kendaraannya lebih banyak pada saat akhir pekan. Ke depan kita akan coba evaluasi lagi soal skema satu pintu masuk dan menyiapkan rekayasa untuk akhir tahun," ujarnya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BPOM Tarik 41 Obat Tradisional dan 16 Kosmetik Mengandung Kimia

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 13:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement