Komunitas Pedagang Kecewa dengan Rencana Penutupan Alun-Alun

Pedagang di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) sedang menutup tempat usahanya pada Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 19.30 WIB. - Harian Jogja/Sirojul Khafid\\r\\n
13 Desember 2021 08:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Perwakilan pedagang kaki lima (PKL) kawasan Alun-Alun Utara Jogja, Denta Julian menuturkan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait penutupan kawasan Alun-Alun. Sebab, sepengatahuan komunitas pedagang di sana kebijakan kenaikan level PPKM pada penghujung akhir tahun 2021 dibatalkan.

"Setahu teman-teman pedagang dengan adanya pembatalan rencana kenaikan level PPKM di penghujung akhir tahun ini, rencana aktivitas pedagang yang berjualan akan kembali normal," ujar Denta kepada Harian Jogja, Minggu (12/12) malam.

BACA JUGA : Ditutup, Alun-Alun Selatan Dijaga Aparat saat Malam Tahun Baru

Menanggapi rencana kebijakan penutupan kawasan Alun-Alun, ia berharap Satpol PP DIY tidak melakukan kebijakan tersebut secara sepihak. Sebab, momen liburan akhir tahun ini sangat dinantikan oleh banyak pelaku usaha kecil di kawasan Gumaton (Tugu, Malioboro, Kraton) terutama Alun-Alun Utara. Ia mengklaim selama PPKM ini kawasan tersebut paling taat atas aturan yang berlaku.

"Selama ini teman-teman di kawasan Alun-Alun baik di selatan dan utara sudah menaati aturan yang berlaku selama PPKM. Aturan itu [rencana penutupan kawasan Alun-Alun] benar-benar memupuskan harapan untuk kembali bangkit dari setelah sekian purnama harus terpuruk," ungkapnya.

Apalagi, menurutnya capaian vaksinasi di Kota Jogja sudah tinggi. Pihaknya pun telah memprediksi pembatalan PPKM Level 3 oleh pemerintah pusat akan memberikan angin segar kepada pelaku usaha.

"Kami akan minta kelonggaran kepada Pemda DIY dan tentu saja akan mempertanyakan dasar aturan dikeluarkannya keputusan tersebut karena menurut Inmendagri yang terbaru tidak menyebutkan penutupan tempat-tempat wisata. Keputusan sepihak Pemda DIY jelas membuat kami kecewa, di satu sisi melarang aktivitas berjualan, di sisi lain tidak ada bantuan yang turun ke kami," kata Denta.