Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Petugas SAR Satlinmas Wilayah II mengamankan Rama Buoy temuan nelayan dan diikat agar tidak hanyut lagi di alur sungai bawah tanah Baron, Minggu (19/12). /Ist.
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Anggota SAR Satlinmas Wilayah II DIY di Pantai Baron mengevakuasi Research Moored Array for African Asian Australian Monsoon Analysis and Prediction (Rama) Buoy atau alat pendeteksi cuaca yang terombang-ambing di lautan, Minggu (19/12/2021). Alat ini sudah diamankan di alur sungai bawah tanah Baron.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto mengatakan, temuan Rama Buoy yang mengapung di laut diketahui pertama kali oleh nelayan yang mencari ikan. Adapun titik temuan berjarak sekitar tiga mill dari garis pantai. Selanjutnya, temuan dilaporkan ke petugas SAR.
BACA JUGA : Nelayan Sadeng Gunungkidul Kini Lebih Paham tentang Iklim
“Ditemukan sekitar 10.00 WIB. Kami pun langsung dihubungi oleh nelayan yang bersangkutan melalui sambungan telepon,” kata Suris, Minggu.
Usai mendapatkan laporan, anggota SAR pun diterjunkan sebanyak lima orang untuk mengevakuasi alat ini. Penarikan dilakukan menggunakan satu unit perahu jukung dan satu jetski.
Dia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Hal ini dikarenakan kondisi gelombang sedang naik serta penarikan harus melawan arus dan angin sehingga proses dilakukan dengan hati-hati.
“Kami alat tersebut berhasil diamankan dan ditarik ke tepian,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono memastikan Rama Buoy yang hanyut bukan terpasang di perairan Gunungkidul. Pasalnya, hingga sekarang belum ada alat yang terpasang seperti temuan dari nelayan. “Kemungkinan milik BPPT. Kami juga sudah berkoordinasi berkaitan dengan temuan ini,” katanya.
BACA JUGA : Gelombang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Berhenti Melaut
Dia mengakui tidak tahu alat peringatan dini dipasang dimana. Namun Marjono menduga alat ini hanyut karena tali jangkar yang digunakan mengikat hanyut sehingga terbawa arus laut. Untuk sekarang, sudah diamankan dan ditaruh di alur sungai bawah tanah Baron.
“Sudah kami amankan dan menunggu dari BPPT. Biar tidak hanyut kami juga sudah mengikatnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.