Petugas Jaga di Malioboro Bakal Diswab Acak

Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
21 Desember 2021 17:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menyebut bakal melaksanakan tes swab acak kepada petugas di kawasan Malioboro guna mencegah penyebaran Covid-19 di akhir tahun nanti. Masa libur akhir tahun diprediksi Kota Jogja bakal mengalami lonjakan kunjungan wisatawan.

Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menjelaskan, pihaknya bakal memaksimalkan program 3T yang terdiri dari pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Khusus untuk testing pihaknya bakal menerapkan tes swab acak kepada petugas yang berjaga di kawasan Malioboro.

"3T akan kita gencarkan di kelompok-kelompok yang punya potensi besar terpapar Covid-19. Kemarin itu para tenaga kesehatan sudah. Kemudian ini sedang kita susun untuk skrining Jogoboro dan petugas di Malioboro," ujarnya, Selasa (21/12).

Emma menyebut, testing kepada petugas di kawasan Malioboro nantinya juga dilakukan serentak dengan program testing acak kepada wisatawan yang telah lebih dulu berjalan. Dengan demikian, antisipasi terhadap lonjakan dan penyebaran Covid-19 bisa dilakukan lebih optimal.

"Setiap akhir pekan kita juga masih buka layanan di Malioboro dengan tes acak untuk wisatawan. Itu untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi lonjakan kasus selama momen Natal dan Tahun Baru," tambah Emma.

Apalagi dengan adanya temuan kasus positif Covid-19 pertama akibat penularan varian B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia. Pihaknya mewanti-wanti agar masyarakat tetap disiplin dalam penegakan protokol kesehatan terutama di kawasan publik dan destinasi wisata.

"Jangan sampai wisatawan yang datang itu positif. Apalagi setelah ditemukan Omicron. Jadi saat ditemukan ada yang positif langsung diamankan agar tidak terjadi penularan dan berdampak pada lonjakan kasus," katanya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, menilik pada pengalaman lonjakan kasus pandemi beberapa waktu lalu bisa disimpulkan bahwa salah satu penyebab naiknya angka penularan Covid-19 adalah peningkatan mobilitas penduduk karena liburan atau pulang kampung dan tidak disertai dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

"Dengan kondisi masyarakat kota Jogja yang telah divaksin dan kesadaran atas pentingnya protokol kesehatan maka kami berharap agar varian baru Covid-19 bisa kita antisipasi bersama," kata Heroe.