Jelang Natal, Ini Pesan Bupati Bantul untuk Umat Kristiani

Ilustrasi - Pixabay
21 Desember 2021 17:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengimbau umat kristiani menggelar perayaan dan misa Natal secara sederhana dan mengedepankan protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran virus Corona.

“Tanpa mengurangi makna dan kekhidmatan perayaan Natal bagi saudara-saudara dan tokoh agama Nasrani, bersama-sama kita berusaha  dapat merayakan Natal secara aman dan nyaman dengan  melaksanakan ibadah dan perayaan Hari Raya Natal secara sederhana dan lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga,” kata Halim saat memimpin rapat koordinasi Persiapan Natal dan Tahun Baru di Gedung Induk Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (21/12/2021). 

Namun, Halim tidak melarang ibadah secara berjemaah atau kolektif di rumah ibadah dengan jumlah jemaah terbatas menyesuiakan kapasitas ruangan. Selain itu jemaat juga diminta senantiasa menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan, membawa Alkitab pribadi dan hand sanitizer.

Anak-anak dan lansia diharapkan menggelar ibadah di rumah secara daring. “Saya berharap, anak-anak di bawah usia 12 tahun dan jemaat yang lanjut usia di atas 60 tahun serta yang merasakan sakit agar mengikuti ibadah atau perayaan Natal secara daring di rumah masing-masing dan menjadi patriot sehat yang menginspirasi keluarga dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” ucap Halim.

Ketua Dewan Paroki Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran Ari Setiawan mengatakan misa Natal di HKTY Ganjuran akan dibagi empat sesi untuk membatasi jumlah jemaat, yakni pada 24 Desember pukul 17.00 WIB dan pukul 20.00 WIB. Sementara pada 25 Desember pukul 07.30 WIB dan pukul 17.00 WIB.

Durasi misa juga dibatasi maksimal 1,5 jam dari yang biasanya digelar 2,5 jam dalam sekali sesi. Sementara total jemaat keseluruhan di Gereja HKTY Ganjuran sebanyak 6000-an dari 12 wilayah, belum termasuk para pendatang. Gereja memberlakukan berbagai syarat, di antaranya jemaat wajib mendaftar terlebih dahulu, sudah divaksin, dan dites antigen minimal H-1. “Mereka yang datang yang sudah mendaftar wajib membawa id card. Yang tidak membawa id card tidak boleh masuk,” kata Ari.

Ari mengatakan panitia Natal tahun ini juga menyediakan siaran langsung atau live streaming bagi anak-anak dan lansia yang tidak bisa mengikuti secara langsung di gereja. “Jemaat dipastikan harus dipastikan sehat, jika merasa tidak sehat atau yang tidak bisa mengikuti misa bisa mengikuti secara daring,” ujar Ari.