Sultan HB X Larang Kegiatan Perayaan Malam Pergantian Tahun

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah) didampingi Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X dan Asisten Sekretariat Daerah (Setda) DIY Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Pemda DIY Sumadi, saat menyampaikan Sapa Aruh di di Bangsal Kepatihan, Kepatihan, Kota Jogja, Rabu (22/12). - Harian Jogja/Jumali
22 Desember 2021 11:27 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X melarang kegiatan perayaan pergantian malam tahun baru 2022.

Hal ini dilakukan karena masih Pandemi Covid-10 dan demi keselamatan serta kemaslahatan bersama.

"Saya melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta acara Old and New Year, baik terbuka maupun tertutup, karena akan berpotensi menimbulkan kerumunan," kata Sultan dalam Sapa Aruh di Bangsal Kepatihan, Kepatihan, Kota Jogja, Rabu (22/12).

Raja Ngayogyakarta Hadiningrat ini menegaskan, meski pemerintah pusat telah membatalkan PPKM level 3, masyarakat dan wisatawan harus terus menerapkan protokol kesehatan.

"Sudah menjadi adatnya, bahwa di momentum akhir tahun, Yogyakarta dikunjungi oleh saudara-saudara kita dari berbagai wilayah di Indonesia. Untuk itulah, saya mengimbau seluruh warga Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tetap patuh menegakan protokol kesehatan," harap Sultan.

Pada kesempatan tersebut, Sultan juga meminta kepada Satgas Covid-19 di tingkat RT maupun RW atau dukuh untuk terus mengawasi titik-titik wisata dan juga titik lokasi keramaian masyarakat menjelang libur nataru.

" Aktifkan kembali koordinasi dengan selter dan fasilitas kesehatan setempat sebagai langkah preventif," imbuh Sultan.

Sultan juga berpesan kepada para pelaku wisata seperti travel agent untuk menjadi teladan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di DIY terutama di kawasan-kawasan wisata.

"Pun demikian kepada pelaku wisata, travel agent dan seluruh jasa pendukungnya, agar menjadi teladan terdepan dalam menavigasi dan mentaati ketentuan yang berlaku," kata Sultan.

Minta Pemkot Atur Wisatawan di Kawasan Malioboro

Sementara terkait dengan kawasan Malioboro yang kemungkinan akan dijejali wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru 2022, Sultan menyatakan tidak akan menutup. Sultan justru meminta kepada Pemkot Jogja mengatur terkait pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di kawasan tersebut.

"Malioboro itu beban [pengawasan]. Kalau siang [wisatawan] mungkin bisa dibagi ke kabupaten dan kota. Kalau malam, semua [wisatawan] ya, ambruknya di Malioboro. Tinggal, nanti kota [Pemkot Jogja], bagaimana memaintance Malioboro," ucap Sultan.