Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021)/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus berlangsung. Pada Rabu (22/12), terpantau Gunung Merapi mengeluarkan sebanyak 12 guguran lava pijar selama 12 jam periode pengamatan. Tidak teramati adanya awan panas.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan 12 guguran lava pijar terjadi dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB. “Dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya,” ujarnya.
Dalam periode pengamatan tersebut, tidak terpantau adanya awan panas. Berdasarkan pengamatan terakhir, dua kubah lava Gunung Merapi masih terus tumbuh, dengan volume 1,6 juta meter kubik untuk kubah lava barat daya dan 3 juta meter kubik untuk kubah lava tengah.
Pada aktivitas kegempaan, selama 12 jam terjadi 47 gempa guguran, satu gempa hembusan dan satu gempa fase banyak. Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Jembatan Perintis Garuda di Jatisarono memangkas akses petani hingga empat kilometer dan membuka konektivitas antarpadukuhan di Kulonprogo.
Cicilan pertama Kopdes Merah Putih ke Himbara jatuh tempo pada September 2026. Pemerintah menargetkan seluruh persyaratan rampung pada Agustus.
Presiden AS Donald Trump menggelontorkan dana US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission, program AI nasional yang mempercepat penem
Presiden Prabowo meminta perguruan tinggi menyiapkan SDM dan riset untuk mendukung pengembangan B50, B60, dan etanol guna memperkuat ketahanan energi.
Pemkab Bantul menargetkan 27.500 dosis vaksin PMK tuntas pada 2026 untuk menekan penyebaran penyakit pada ternak di seluruh kapanewon.