Advertisement

UAJY Gelar Pameran Karya Penelitian & Pengabdian Unggulan 2021

Yudhi Kusdiyanto
Selasa, 28 Desember 2021 - 22:27 WIB
Yudhi Kusdiyanto
UAJY Gelar Pameran Karya Penelitian & Pengabdian Unggulan 2021 Pameran karya penelitian dan pengabdian unggulan 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Selasa (28/12/2021). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Perguruan tinggi memiliki peran penting bagi masyarakat khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus dapat merespons berbagai kebutuhan masyarakat dan berperan aktif dalam mencari solusi permasalahan yang muncul.

Salah satu pendorong utama untuk mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat yakni melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diwujudkan melalui program penelitian dan pengabdian.

Advertisement

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Profesor Yoyong Arfiadi mengatakan UAJY menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengimplementasikan program MBKM dan berhasil mendapatkan hibah Rp1,8 miliar dari Ditjen Diktiristek. Dana ini digunakan untuk membiayai enam kelompok pengabdian dan dua kelompok penelitian dari UAJY. Karya penelitian dan pengabdian ini dipamerkan di Hotel Royal Ambarrukmo, Selasa (28/12/2021). “Pameran ini digelar dalam rangka penelitian MBKM yang kegiatannya didanai oleh Ditjen Diktiristek,” kata Yoyong seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa.

Ketua LPPM UAJY, Profesor Suyoto mengungkapkan di penghujung tahun ini UAJY mempunyai enam kelompok pengabdian dan dua topik besar untuk penelitian. Senat Akademik Universitas memilih pengabdian dan penelitian terbaik yang mewakili UAJY untuk seminar nasional di Jakarta.

Enam program pengabdian itu antara lain peningkatan digitalisasi pariwisata dengan model co-creation di Desa Purwoharjo, Kulonprogo yang diketuai oleh Desideria Cempaka W; program peningkatan kapasitas dan partisipasi pelestari, sukarelawan dan pelaku pariwisata dalam penyelenggaraan disaster risk management plan di kompleks Candi Borobudur dengan ketua tim Khaerunnisa; program penerapan mesin CNC untuk mendukung additive manufacturing pada industri kitchen ware berbasis limbah kayu furnitur di Imogiri untuk mewujudkan smart UMKM dengan ketua tim Teguh Siswantoro. ”Ada juga program strategi penguatan UMKM melalui sociopreneurship berbasis kearifan lokal masyarakat di Desa Brayut dan Ngestiharjo dengan ketua tim Profesor Sheellyana Junaedi,” kata Suyoto.

Sejumlah program penelitian dan pengabdian tersebut diharapkan dapat memenuhi unsur sumbangan pada paradigma MBKM nasional, kontribusi pada kreativitas dan inovasi pendidikan nasional, kontribusi pada penguatan sembilan model belajar, dan kreativitas dan inovasi yang mengangkat potensi lokal atau nasional. Melalui pameran ini diharapkan masyarakat dapat mengenali karya yang diciptakan lebih lanjut, sehingga bisa merasakan manfaat kontribusi proses pengabdian yang telah dilakukan.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement