Objek Wisata di Sleman Diserbu Wisatawan Saat Libur Tahun Baru

Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
05 Januari 2022 06:17 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah objek wisata di Kabupaten Sleman diserbu wisatawan selama libur Tahun Baru, Sabtu-Minggu (1-2/1/2022). Hampir setiap destinasi wisata mengalami kenaikan kunjungan dibandingkan akhir pekan biasanya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Sleman, Suparmono mengatakan wisatawan masih memilih destinasi alam atau terbuka sebagai tujuan berlibur. “Pengunjungnya masih didominasi oleh kelompok kecil keluarga,” kata Suparmono saat dikonfirmasi, Selasa (4/1/2021).

Berdasar pantauan Dinpar Sleman, kunjungan ke Tebing Breksi saat Tahun Baru 2022 mencapai 5.329 pengunjung; kunjungan ke Studio Alam Gamplong mencapai 2.435 pengunjung; Grojogan Watu Purbo 2.241 pengunjung; Sindu Kusuma Edu Park 1.652 pengunjung; Jogja Exotarium 1.861 pengunjung; Tlogo Muncar dan Kalikuning Park 3.573 pengunjung; tiga candi yaitu Candi Ijo, Candi Sambisari, dan Candi Banyunibo 664 pengunjung; dan Candi Prambanan sebanyak 14.813 pengunjung.

Suparmono mengatakan destinasi museum juga menjadi tujuan yang cukup menarik bagi wisatawan. Terdata kunjungan ke Museum Ullen Sentalu, Monumen Jogja Kembali dan Museum Affandi dikunjungi 2.085 wisatawan. “Untuk wisata air Jogja Bay Waterpark dikunjungi 6.989 pengunjung, dan Citra Grand Mutiara 381 pengunjung,” tutur Suparmono.

Kunjungan ke kawasan wisata Kaliurang tercatat sebanyak 15.052 orang dan Kaliadem 7.902 orang. “Dari pantauan kami di lapangan, baik pengelola destinasi dan usaha pariwisata maupun wisatawan sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker dalam beraktivitas, dan cuci tangan sebelum memasuki destinasi wisata,” tutur Suparmono.

Destinasi wisata alternatif seperti wisata petik salak milik Kelompok Tani Salak Kusuma Mulya Sukorejo, Girikerto, Turi, juga menjadi pilihan wisatawan. Kebanyakan mereka datang bersama keluarga. “Yang datang kelompok kecil seperti dari keluarga,” kata Wakil Ketua Kelompok Tani Kusuma Mulya Sukorejo, Endang Setyomurni.

Tingkat hunian hotel saat libur Natal dan Tahun Baru rata-rata mencapai 52% sampai dengan 95%. Aktivitas hotel pada malam menjelang pergantian tahun sebatas gala dinner di restoran dengan atribut pergantian Tahun Baru hingga pukul 22.00 WIB.