Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski sedang di tengah musim penghujan, cuaca di DIY cenderung cerah pada beberapa hari terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh fenomena Eddy atau dikenal dengan istilah pusaran angin yang terjadi di wilayah Kalimantan bagian barat.
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtyas, menjelaskan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang memprediksi Januari sebagai puncak musim hujan. Namun, cuaca menjadi panas lantaran adanya pusaran angin.
Fenomena ini menyebabkan suplai uap air dari benua Asia menuju wilayah Jawa Tengah dan DIY terhambat, sehingga pasokan uap air pun tidak maksimal. "Jadi fenomena itu memang membuat pasokan uap air dan potensi pembentukan awan awan hujan kurang signifikan,” ujarnya, Kamis (6/1/2022).
BACA JUGA: Ratusan Warga Serbu Kantor BBWS Serayu Opak, Sebagian Jalan Solo Ditutup
Meski demikian, ia memastikan fenomena ini bersifat sementara. Masyarakat tetap diimbau waspada terjadinya perubahan cuaca mendadak. “Tetap tenang dan waspada. Selalu perbarui informasi dari sumber yang terpercaya dan berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.