Kasus Covid-19 di DIY Cenderung Landai Usai Nataru

Ilustrasi penambahan kasus Covid-19. - Freepik
09 Januari 2022 20:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kasus Covid-19 di DIY setelah sepekan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 cenderung landai dibandingkan periode yang sama pada 2021 silam. Pemda DIY menyebut melandainya kasus tersebut belum sepenuhnya dapat disimpulkan bahwa Nataru tidak berdampak pada penambahan kasus.

Berdasarkan data kasus harian, Covid-19 di DIY selama sembilan hari terakhir sejak Sabtu (1/1/2022) hingga Minggu (9/1/2022) hanya 38 kasus, sehingga rata-rata kasus harian ada empat kasus. Kasus harian tertinggi pada Minggu (9/1/2022) dengan penambahan sebanyak 10 kasus positif dan terendah pada Sabtu (8/1/2022) dengan hanya penambahan satu kasus positif. Adapun positivity rate harian tertinggi di angka 0,10% dalam sepekan terakhir, rata-rata sampel yang diperiksa setiap harinya di atas 6.000 yang sudah berada di atas rata-rata yang direkomendasikan WHO.

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Ribuan PKL Malioboro Pindah Akhir Januari

Jika dibandingkan dengan awal 2021 silam di pekan yang sama, kasusnya sangat berbeda jauh. Pada periode 1 hingga 9 Januari 2021 silam kasus Covid-19 di DIY 2.492 kasus positif. Dengan demikian rata-rata kasus harian ketika itu di angka 276 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan tren kasus Covid-19 sepekan setelah libur Nataru cenderung landai dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi landainya kasus dalam sepekan ini bisa menjadi kesimpulan bahwa Nataru tak berdampak pada kenaikan kasus Covid-19.

"Kalau melihat tren kasus harian masih landai sampai sepekan setelah libur Nataru. Tetapi kami belum tahu bagaimana beberap hari ke depan. Kami belum bisa menyimpulkan [dampak Nataru ke kasus Covid-19," katanya Minggu (9/1/2022).

Berty memastikan hingga sepekan setelah Nataru ini tidak ditemukan adanya kasus varian Omicron di DIY. Ia berharap seluruh masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan sehingga kasus terus melandai dan tidak ditemukan varian baru.  

BACA JUGA: Polri Akan Pasang Chip di Semua Pelat Nomor Untuk Mudahkan Tilang Online

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan tingginya persentase vaksinasi Covid-19 secara tidak langsung memberikan dampak penurunan kasus Covid-19. Oleh karena itu vaksinasi yang saat ini menyasar anak usia 6-11 tahun terus dilakukan di sekolah dengan harapan kasus dapat terus melandai.

"Kami mengimbau kepada orang tua agar memberikan izin kepada anaknya untuk dapat diberikan vaksin dan tidak perlu khawatir karena melalui skrining. Karena bisa kami lihat setelah adanya vaksinasi ini kasusnya cukup terkendali," ujarnya.