Advertisement

Hari Ini, Pembelajaran Tatap Muka di Bantul Digelar Penuh

Ujang Hasanudin
Senin, 10 Januari 2022 - 06:27 WIB
Budi Cahyana
Hari Ini, Pembelajaran Tatap Muka di Bantul Digelar Penuh Ilustrasi pembelajaran tatap muka. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh atau 100% dimulai pada Senin (10/1/2022).

Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko mengatakan uji coba PTM secara penuh dimulai sejak 3 Januari. Meski demikian, belum semua sekolah siap menerapkannya karena daya dukung sarana dan prasarana protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 belum sepenuhnya siap. “Harapannya pada Senin besok [hari ini] bisa melaksanakan [PTM secara penuh] semua,” kata Isdarmoko saat ditemui, Sabtu (8/1/2022).

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Ribuan PKL Malioboro Pindah Akhir Januari

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Meski sekolah sudah dibebaskan untuk menerapkan PTM 100%, Disdikpora tidak mau memaksakan sekolah yang belum siap untuk menggelar PTM secara penuh. Sebab, dari hasil evaluasi sejak 3 Januari, masih banyak sekolah yang belum siap dan harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di masing-masing sekolah.

Bahkan di sejumlah sekolah masih ditemukan adanya kerumunan, terutama saat pengantaran maupun penjemputan anak oleh orang tua siswa, terutama siswa sekolah dasar (SD). Ia meminta sekolah untuk mengatur jam masuk sekolah. “Untuk pencegahan bisa dilakukan pengaturan waktu misalnya Kelas 1 masuk pukul 07.00 WIB, kelas II masuk pukul 07.30 WIB, kelas III masuk pukul 08.00 WIB, sehingga saat jam pulang sekolah juga tidak bersamaan dan bisa mengurangi kerumunan,” ucap Isdarmoko.

Ia mendorong setiap sekolah dapat menerapkan maksimal enam jam mata pelajaran jika memungkinkan. Namun demikian, jika sekolah belum siap dan baru mampu menerapkan empat jam pelajaran, tidak masalah. Mantan Kepala SMA 2 Bantul ini juga mengizinkan penerapan sistem sif jika sekolah belum mampu memenuhi standar, terutama jaga jarak antarsiswa di ruang kelas.

Soal vaksinasi Covid-19 yang belum menyasar semua siswa, Isdarmoko mengaku hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Kesehatan. Namun dia memastikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun ditargetkan selesai pada akhir Januari ini, sementara untuk siswa SMP sudah lebih dari 90% yang divaksinasi.

BACA JUGA: Ini Lima Kampus di Indonesia yang Alumninya Cepat Dapat Pekerjaan

Isdarmoko menegaskan sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yang menyampaikan bahwa PTM di masa pandemi harus tetap mengutamakan keselamatan peserta didik, jajarannya siap melaksanakannya. Menurutnya, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menjadi fokus utama mulai dari penggunaan masker, pengaturan jaga jarak, dan pengukuran suhu tubuh di sekolah.

Advertisement

Arinto, salah satu orang tua siswa mengaku senang anaknya bisa kembali bersekolah seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19. Meski demikian, dia tetap waspada dan meminta anaknya untuk selalu mematuhi prokes pencegahan Covid-19 selama berada di sekolah. “Saya selalu mewanti-wanti anak saya untuk selalu mematuhi prokes. Selalu menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta tak boleh melepas masker demi mencegah paparan Covid-19,” katanya.

 

 

Advertisement

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogjapolitan | 57 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK: Hakim Agung Sudradjad Bermain di Banyak Perkara

News
| Minggu, 25 September 2022, 19:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement