Misteri Api di Seyegan Sleman Diusut, UPNVY Turunkan Alat Geolistrik
UPNVY gunakan geolistrik untuk mengungkap misteri api di Seyegan Sleman, diduga terkait kantong gas bawah tanah.
Ilustrasi minyak goreng./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Harga minyak goreng masih bertahan tinggi. Guna mengendalikan harga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul segera menggelar operasi pasar (OP) minyak goreng. Rencananya, 1.500 liter minyak goreng dengan harga murah bakal dikucurkan kepada warga Bantul.
Kabid Sarana Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Arum Bidayati menjelaskan belum ada skema subsidi minyak goreng melalui APBD Bantul. Namun pada 2022 ini OP minyak goreng bakal digelar. "Kami mendapatkan tawaran untuk melaksanakan operasi pasar murah khusus minyak goreng. Volumenya sekitar 1.500 liter," ujarnya, Minggu (9/1/2022).
Rencananya, minyak goreng murah akan disalurkan melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Nantinya, satu kepala keluarga hanya diperbolehkan membeli minyak goreng maksimal dua liter. "Sasarannya langsung ke pengguna atau keluarga, bukan ke pedagang. Untuk kepastian alokasi kami masih menunggu informasi dari Disperindag DIY," katanya.
Berdasarkan pantauan Dinkop UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, harga minyal goreng di pasar rakyat rata-rata mencapai Rp21.500 per liter. Sementara untuk kemasan dua liter dibanderol Rp41.000 - Rp42.000 per dua liter.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh harga bahan baku yang tinggi. "Pemerintah menaruh perhatian yang serius dengan kondisi [mahalnya harga minyak goreng] ini," ujarnya.
Besaran jumlah minyak goreng yang akan didistribusikan dalam operasi pasar kemungkinan akan disesuaikan kebutuhan pemakaian di masing-masing kabupaten/kota. Nantinya Pemerintah Pusat melalui Pemda DIY dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) akan mendistribusikan minyak goreng murah. "Pemerintah mengeluarkan kebijakan operasi pasar tetapi lewat Aprindo. "Harapannya operasi pasar ini bisa membantu masyarakat dengan minyak goreng yang harganya lebih murah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY gunakan geolistrik untuk mengungkap misteri api di Seyegan Sleman, diduga terkait kantong gas bawah tanah.
Kenaikan harga Pertamax diprediksi dorong inflasi 2026 hingga 3,3 persen. Dampak terbesar terasa pada Juni hingga Agustus.
Pemkot Magelang kembali meraih opini WTP ke-10 dari BPK atas LKPD 2025. Bukti kuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Kenaikan BBM dampak pelemahan rupiah membuat anggaran operasional Pemkot Jogja membengkak. Wamira disiapkan untuk tekan harga kebutuhan pokok.
Apakah 15 Juni 2026 cuti bersama? Simak penjelasan resmi pemerintah soal libur 1 Muharam 1448 Hijriah di sini.
Dana kelolaan reksa dana dolar melonjak 96,8% jadi US$3,16 miliar. Ini faktor pendorong dan prospek investasinya ke depan.