Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Sebuah alat berat digunakan untuk menimbun sampah di kawasan TPAS Wukirsari, Desa Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (6/6/2020)./Istimewa-Dokumen UPT Kebersihan dan Pertamanan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari terus bertambah setiap tahun. Untuk mencegah terjadi over kapasitas, selain upaya perluasan area TPAS, masyarakat juga diminta berpartisipasi dengan pengolahan secara mandiri sebelum dibuang.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan, DLH Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan, di 2021 lalu volume sampah di TPAS mencapai 17.763,5 ton. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya yang hanya sebesar 15.844,73.
“Memang ada kenaikan sampah yang dibuang ke TPAS. Ini harus menjadi perhatian berkaitan dengan kapasitas di TPAS Wukirsari,” katanya kepada wartawan, Minggu (9/1/2022).
Dia menjelaskan, sampah yang didominasi dari wilayah umum di masyarakat. sebagai contoh, total dari pembuangan di 2021 sebanyak 17.763,5 ton, yang berasal dari kawasan pantai hanya 599,75 ton. Sedangkan yang berasal dari nonpantai sebanyak 16.961,15 ton.
“Kalau dari sisi pembuangan memang ada kenaikan dan kemungkinan ini juga tidak lepas dari aktivitas di masyarakat yang semakin longgar,” katanya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, volume sampah yang terus meningkat di TPAS sangat berbahaya bagi keberlangsungan tempat pembuangan ini. Pasalnya, akan berpengaruh terhadap kapasitas sehingga TPAS terancam segera penuh dalam beberapa tahun. “Ya kalau volumenya terus meningkat, maka over kapasitas di TPAS bisa semakin cepat,” katanya.
Aris mengakui untuk mencegah terjadinya over kapasitas sudah dilakukan beberapa cara. Selain program pembuatan tempat pembuangan di kawasan pesisir, juga ada upaya perluasan di area TPAS.
“Kami bekerja sama dengan Pemda DIY untuk menambah sel-sel baru yang data digunakan menampung sampah lebih banyak lagi sehingga usianya bisa lebih panjang lagi,” katanya.
Selain itu, untuk mengurangi risiko over kapasitas di TPAS, juga dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Aris tidak menampik selama ini semua sampah langsung dibuang tanpa melakukan proses pengolahan secara mandiri.
Oleh karenanya, pengolahan di tingkat keluarga dengan cara memilah, mengurangi serta mendaur ulang sangat penting sehingga sampah yang dibuang ke TPAS merupakan barang-barang yang benar-benar sisa dan tidak dapat dipergunakan lagi. “Prinsip 3R [reduce/mengurangi, reuse/menggunakan ulang, recycle/mendaur ulang) harus terus digalakkan agar yang dibuang ke TPAS merupakan residu dan bukan semua dibuang secara langsung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.