Dibuka Lowongan 500 Sukarelawan Uji Coba Vaksin Baru di Jogja, Ini Syaratnya

Ketua Tim Peneliti Sars-Cov-2 Fusion Protein Vaccine RS Bethesda Jogja Iswanto (kanan) menunjukkan persyaratan sukarelawan uji coba vaksin, Kamis (13/1/2022). - Istimewa
13 Januari 2022 17:27 WIB Sunarsip Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Sakit Bethesda Jogja membuka lowonhan 500 sukarelawan untuk uji coba vaksin Covid-19 baru merek Fusion Protein Vaccine (V-01). Bethesda menjadi satu dari delapan rumah sakit di Indonesia yang menggelar uji coba.

Ketua Tim Peneliti Sars-Cov-2 Fusion Protein Vaccine RS Bethesda Jogja Iswanto menjelaskan vaksin baru ini telah mencapai tahap ketiga melalui penelitian global bersifat multisenter. Di Indonesia ada delapan rumah sakit yang terlibat antara lain di Bandung, Jakarta, Padang, Depok, Tangerang, Bali, dan Jogja.

BACA JUGA: Ini Jadwal & Lokasi Vaksinasi Booster di Bantul

Syarat menjadi sukarelawan adalah belum pernah disuntik vaksin Covid-19, belum pernah positif Covid-19, usia minimal 18 tahun, tidak sedang hamil dan mengikuti berbagai rangkaian tes kesehatan. Penelitian itu menargetkan 500 warga di Jogja menjadi sukarelawan.

"Sukarelawan ini harus datang ke Bethesda enam kali, untuk vaksinasi pertama dan kedua, lalu sebulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan berikutnya setelah vaksinasi kedua. Ini untuk mengukur antibodi," katanya Kamis (13/1/2022).

Sukarelawan mendapatkan pemeriksaan antibodi yang terbentuk satu tahun setelah vaksinasi. Ismanto menegaskan penelitian ini telah mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinik dari BPOM dan sudah mendapatkan persetujuan etik.

BACA JUGA: Cek Tiket Vaksin Booster di Website & Aplikasi Peduli Lindungi

"Vaksin ini dari China, orang yang menjadi sukarelawan syaratnya memang sangat ketat. Semua biaya gratis, bahkan memperoleh insentif untuk sukarelawan," katanya.

Dokter spesialis paru ini menambahkan tingkat efektivitas vaksin ini mencapai di atas 90%. Pelaksanaan uji coba vaksinasi ini akan dimulai pada 28 Januari 2022. "Penelitian ini sama seperti vaksin sebelumnya Sinovac dan lainnya, harapannya bisa menambah variasi vaksin untuk mengatasi pandemi," ucapnya.