Lacak Omicron, DIY Periksa 15 Sampel Mencurigakan dengan WGS

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, saat ditemui wartawwan di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (5/1/2021)-Harian Jogja - Lugas Subarkah
13 Januari 2022 21:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY telah mengirimkan 15 sampel positif Covid-19 untuk diperiksa dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) guna mengidentifikasi kemungkinan adanya varian omicron. Klaster keluarga di Kulonprogo dengan penularan cepat mendapatkan perhatian khusus.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menjelaskan hingga Kamis (13/1/2021) jumlah sampel yang dikirim untuk diperiksa WGM ada 15 sampel. Terdiri atas delapan sampel dari Kulonprogo yang dan tujuh sampel dari Kota Jogja. Estimasi pemeriksaan sampel tersebut butuh waktu sekitar dua pekan. Karena baru dikirim beberapa hari lalu, sehingga sampai Kamis belum ada hasil yang keluar.

BACA JUGA: Baru Diresmikan, Jalan Perwakilan di Malioboro Sudah Rusak

“Untuk yang Kulonprogo dikirim tiga hari lalu ada delapan sampel itu dari dua keluarga, Kota Jogja tujuh sampel baru kemarin, jadi lebih dahulu yang Kulonprogo,” kata Pembajun di sela-sela Vaksinasi Booster di JEC, Kamis (13/1/2022).

Pembajun mengakui delapan sampel pasien Covid-19 yang klaster di Kulonprogo langsung dikirim meski tidak semuanya memiliki CT Value di bawah 30. Alasannya, selain karena penularannya terjadi cepat juga berada dalam lingkungan keluarga. Saat daerah ditarget pusat mengirimkan 70 sampel setiap bulan. Adapun sampel tersebut dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates dan Laboratorium FK KMK UGM.

“Kriterianya CT di bawah 30, dalam satu keluarga banyak yang positif, mungkin awalnya dari 11 ada 8 yang dikirim, saya lihat CT di bawah 30 tidak sampai delapan [orang], tetapi karena dalam satu area, kondisi saat ini biar aman sehingga diperiksakan delapan sampel. Tetapi semoga tidak [omicron],” katanya.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan Omicron, Pemda DIY telah meminta rumah sakit untuk bersiap mempersiapkan bed untuk pasien Covid-19. Selain itu mendorong berfungsinya kembali isolasi terpadu. Pembajun memastikan terkait tenaga medis di Isoter tersebut sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk bertugas jika dibutuhkan.