WASTRA NUSANTARA: Festival Batik 2026 Gaet Anak Muda lewat Motif Kontemporer
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Pelaksanaan seminar bertajuk Siapkah Orangtua Menjadi Partner Sekolah dalam Pendidikan Anak, Sabtu (22/1/2022). Seminar ini digelar oleh Komite Giat SD Masjid Syuhada Kota Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA-Komite Giat SD Masjid Syuhada Kota Jogja menggelar seminar bertajuk Siapkah Orangtua Menjadi Partner Sekolah dalam Pendidikan Anak, di Hotel Grand Zuri Sabtu (22/1/2022). Seminar ini menyasar para orangtua di sekolah tersebut untuk diberikan bekal mendampingi anak belajar selama pandemi.
Ketua Komite Giat SD Masjid Syuhada Jogja Budi S. Kurniawan menjelaskan seminar itu merupakan kick off dari sejumlah pertemuan ilmiah ke depan dengan melibatkan para orang tua. Khusus untuk seminar saat ini mengangkat tema sesuai kebutuhan para orang tua wali siswa yang nyaris dua tahun mendampingi anak belajar secara daring akibat pandemi Covid-19.
Dalam seminar itu dikupas sejumlah hal tentang posisi orangtua yang mesti dilakukan ketika menghadapi persoalan tersebut. Adapun jumlah peserta antara 30-50 orang yang terdiri atas orangtua siswa dan perwakilan guru kelas yang hadir secara offline. Sedangkan ada ratusan lainnya mengikuti secara daring.
"Harapannya orangtua mendapatkan masukan terkait pendampingan belajar anak. Karena mungkin selama ini orangtua ada kendala dalam mendampingi kemudian menemukan jalan terbaik," katanya di sela-sela seminar bertajuk Siapkah Orangtua Menjadi Partner Sekolah dalam Pendidikan Anak, Sabtu (22/1/2022).
Hadir dalam seminar itu sejumlah pengurus yayasan, Kepala SD Masjid Syuhada serta perwakilan guru. Adapun peserta seminar didominasi dari orangtua Kelas I sampai Kelas V.
Budi menambahkan dalam berbagai kesempatan sebagian besar orangtua terkendala tidak mampu menguasai mata pelajar meskipun jenjang Sekolah Dasar. Selain itu jika sebelum pandemi masih bisa meminta bantuan kepada lembaga kursus melalui mengikutkan anak les, namun saat ini lembaga tersebut tidak berjalan maksimal.
"Karena banyak yang menahan diri untuk tidak les untuk mencegah penyebaran Covid-19. Saat anak tidak diikutkan les dan orangtua tidak cukup menguasai materi, akhirnya orangtua tidak cukup memahami tumbuh kembang terhadap materi sekolah. Sehingga pertemuan ini menjadi salah satu sharing antarorangtua" katanya.
Pemateri seminar adalah Agung Budiyanto yang memiliki spesialisasi di bidang parenting. Budi mengatakan untuk memudahkan pembahasan, selain melakulan dialog saat pelaksanaan seminar, panitia juga mengumpulkan berbagai persoalan berkaitan dengan pendampingan orangtua untuk dibahas.
"Targetnya seminar ini diadakan minimal tiga kali dalam setahun ke depan. Untuk mengupas berbagai hal yang diperlukan orang tua. Sehingga nanti materinya berbeda-beda, untuk saat ini sesuai kebutuhan berkaitan dengan pembelajaran saat pandemi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.
Pakar UMY menyoroti risiko fiskal pengelolaan utang Whoosh, termasuk tenor 80 tahun dan potensi tekanan terhadap ruang anggaran publik.
Cara cek pre-order iPhone 18 Pro di iBox, Digimap, dan Erafone, termasuk voucher, pilihan warna, kapasitas, serta perkiraan harga global.
WNA China berinisial HW ditolak masuk Soetta meski visa masih berlaku setelah ada atensi terkait dugaan pencurian barang penumpang di pesawat Starlux.