Advertisement

Antisipasi Omicron, Sampel Swab Bupati Sleman Diteliti

Abdul Hamied Razak
Selasa, 25 Januari 2022 - 19:07 WIB
Budi Cahyana
Antisipasi Omicron, Sampel Swab Bupati Sleman Diteliti Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang Pasar Tempel, Selasa (29/6/2021). - Ist/dok

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMANBupati Sleman Kustini Sri Purnomo terkonfirmasi positif Covid-19 seusai tes PCR pada Senin (24/1/2022). Pemkab pun melakukan tracing kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang melakukan kontak erat beberapa hari sebelumnya.

Pemeriksaan swab antigen kepada kontak erat (KE) digelar di Pendopo Parasamya, Selasa (25/1/2022). Sekitar 40 ASN dan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah tersebut, hanya enam orang yang reaktif seusai diperiksa melakui swab antigen. Kemudian keenam orang yang reaktif melanjutkan pemeriksaan menggunakan PCR.

Advertisement

BACA JUGA: Sultan Jogja: Tidak Usah Membesar-besarkan Omicron

Mereka yang reaktif dan melakukan PCR tidak ada yang berstatus sebagai pejabat. “Yang lanjut ke tes PCR sekitar enam orang, tetapi hasilnya belum kami ketahui. Kami masih melanjutkan tracing pada Sabtu depan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Selasa (25/1/2022).

Sementara itu, Direktur RSUD Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan sampel swab PCR milik bupati rencananya dikirim ke Balitbang Kemenkes untuk diteliti lebih jauh. Pengiriman sampel swab ke Balitbang Kemenkes bertujuan untuk mengetahui lebih jauh varian Covid-19 tersebut.

Pasalnya, sebelum dinyatakan terpapar Covid-19, bupati sempat melakukan perjalanan dinas seperti ke Jakarta dan Lumajang. “Ya kami berencana begitu [mengirim sampel swab ke Balitbangkes]. Hasilnya baru diketahui tiga minggu lagi. Ini sebagai antisipasi varian Omicron,” katanya.

BACA JUGA: Update: Naik Lagi, Positif Covid-19 DIY Tambah 26, 1 Orang Meninggal Dunia 

Menurut Novita, saat dinyatakan terpapar Covid-19, Bupati Sleman hanya bergejala ringan sehingga cukup melakukan isolasi mandiri di rumah dinas. Dia berharap, proses penyembuhan bupati bisa selesai dalam waktu sepekan ke depan.

“Karena gejalanya ringan, pemulihannya dengan penguatan imun, gizi dan istirahat yang cukup. Kami akan terus pantau secara telemedicine. Insyaallah dalam waktu seminggu sudah sembuh,” ujarnya.

Advertisement

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement