Advertisement

Penyebab Covid-19 DIY Cepat Naik, Sekda: Bukan karena Omicron

Sunartono
Kamis, 03 Februari 2022 - 18:27 WIB
Budi Cahyana
Penyebab Covid-19 DIY Cepat Naik, Sekda: Bukan karena Omicron Ilustrasi penambahan kasus Covid-19 DIY yang cepat. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAKasus Covid-19 di DIY naik sangat cepat dalam beberapa hari terakhir dan Sekda DIY mengatakan penyebab kenaikan tersebut karena karena varian Omicron.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan kasus Omicron di DIY belum tampak jelas dan hanya ada satu kasus, itu pun warga DKI Jakarta yang saat ini sudah kembali ke daerah asal. Menurutnya kenaikan itu terjadi karena masyarakat sudah mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

BACA JUGA: Hati-Hati! Kasus Covid-19 Indonesia Naik 235 Persen dalam Sepekan

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Masyarakat sudah mulai abai terhadap prokes. Jadi menurut kami bukan karena Omicron tetapi karena memang prokes diabaikan,” ujarnya, Kamis (3/2/2022).

Aji mengatakan wisatawan baik dari luar maupun dalam DIY kemyngkinan turut menyebabkan masyarakat mengabaikan prokes. “Wistawan yang datang bukan hanya dari luar DIY, kita sendiri ini kan berwisata di sini itu juga abai dengan prokes. Kalau kita lihat dari Omicron di Jogja belum kelihatan, baru dari hasil WGS hanya satu orang itu pun dari Jakarta,” katanya.

Selain itu pembelajaran tatap muka (PTM) juga turut menyumbangkan kenaikan kasus. “PTM juga menambah terus, SMA di Bantul, Kota dan Sleman juga sudah banyak terpapar,” ujarnya.

Kasus Covid-19 di DIY terus meningkat secara signifikan. Pada Kamis (3/2/2022) hari ini, ada 219 tambahan kasus sehingga kasus aktif di seluruh DIY tercatat 835.

Kabag Humas Biro UHP Setda DIY Ditya Nanaryo Aji menjelaskan penambahan 219 kasus itu berasal dari Sleman dengan angka paling tinggi yaitu 149 kasus. Disusul Bantul 36 kasus, Kota Jogja 23 kasus, Gunungkidul tujuh kasus, dan Kulonprogo empat kasus.

“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 219 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 157.923 kasus,” katanya, Kamis (3/2/2022).

Advertisement

BACA JUGA: 9 Kecamatan di Jogja Rawan Pergeseran Tanah, Ini Daftarnya

Adapun untuk pasien sembuh bertambah enam orang, sedangkan angka kematian dilaporkan nihil selama 24 jam terakhir. Rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid - 19 berasal dari periksa mandiri 72 kasus, tracing kontak kasus positif ada 147 kasus. “Positivity rate harian per tanggal 3 Februari 2022 di angka 2,44 persen,” ucapnya.

Ia menambahkan ketersediaan bed nonkritikal di seluruh rumah sakit DIY sebanyak 1.144 bed dan telah terpakai 84 bed. Adapun untuk kritikal tersedia 140 bed dan telah dipakai 10 bed atau sekitar 7%.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement