ICBS 2026 Dorong Kopi Indonesia Masuk Rantai Bisnis Global
ICBS 2026 di JEC Bantul mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ekosistem dan akses pasar global.
Bantaran Sungai Gajahwong yang merupakan area perbatasan Kota Jogja, Sleman dan Bantul pada Kamis (3/2/2022). Memasuki puncak musim penghujan, warga di bantaran sungai diminta waspada terhadap potensi bencana akibat pergerakan tanah./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya sembilan kecamatan atau kemantren di Kota Jogja masuk dalam area yang berpotensi mengalami pergeseran tanah dan berpotensi mengakibatkan sejumlah bencana alam pada Februari ini. Peta prakiraan gerakan tanah itu dilaporkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada sejumlah instansi kebencanaan di seluruh DIY.
Menurut Badan Geologi Kemenenterian ESDM, sembilan kecamatan yang berpotensi mengalami pergeseran tanah di Kota Jogja meliputi Danurejan, Gondokusuman, Gondomanan, Jetis, Kotagede, Mergangsan, Pakualaman, Tegalrejo dan juga Umbulharjo. Laporan itu disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.
BACA JUGA: 24 Truk Terjebak Lahar Merapi di Sungai Boyong
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Jogja, Nur Hidayat, pada puncak musim hujan Februari ini, jawatannya telah bersiap memaksimalkan mitigasi bencana. Menurut Nur, sembilan kecamatan yang masuk ke dalam laporan Badan Geologi itu secara umum berada di area bantaran sungai.
“Rata-rata memang berada di bantaran atau aliran sungai semisal Winongo, Code atau Gajahwong. Sungai Code kami pantau terus karena berkaitan dengan hulu di Sungai Boyong di lereng Merapi. Kalau di sana hujan deras pasti di muara ada potensi luapan air dan kemungkinan pergeseran tanah berupa longsor ada,” kata Nur, Kamis (3/1).
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Jogja, puncak musim hujan di tahun ini bakal berlangsung pada Februari ini dan berakhir pada April-Mei mendatang. Pada Februari dasarian kedua, intensitas curah hujan diperkirakan bahkan mencapai 100 mm per dasarian di seluruh wilayah DIY. Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan yang ekstra. Sembilan kecamatan tersebut rawan banjir.
BACA JUGA: Ngeri! Ini Foto-Foto Imbas Hujan Badai di Jogja dan Sleman
“Rencana kami di tahun ini juga akan bekerja sama dengan kampus untuk membuat dokumen kontingengsi termasuk materinya soal pergeseran tanah itu,” ucap dia.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Bayu Wijayanto menyebut berdasarkan peta risiko bencana banjir dan tanah longsor yang disusun beberapa tahun lalu, sejumlah kecamatan oleh Badan Geologi dimasukkan dalam kategori daerah rawan bencana di musim penghujan. Area rawan banjir ada di Gondokusuman meliputi Kotabaru, Terban dan Baciro, serta Umbulharjo meliputi Warungboto, Pandeyan, Sorosutan, Giwangan.
Sementara rawan longsor, ada di 12 titik yang tersebar di sejumlah kelurahan yakni Brontokusuman, Keparakan, Wirogunan, Tegalpanggung, Gowongan, Terban, Bener, Tegalrejo, Pakuncen, Wirobrajan, Notoprajan serta Patangpuluhan. "Baik titik rawan banjir dan longsor itu tergolong pada klasifikasi yang tinggi atau merah," ujarnya.
BACA JUGA: Hujan Badai di Janti Sleman, Tenda Terbang Sampai Tengah Jalan
BPBD juga memaksimalkan pembangunan dan pemeliharaan sejumlah talut di Kota Jogja yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu karena recofusing anggaran.
“Kami akan berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai dan DPUPKP Jogja untuk pemetaan awal, mana yang butuh pemeliharaan dan mana yang butuh pembangunan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ICBS 2026 di JEC Bantul mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ekosistem dan akses pasar global.
Kolam koi 1,2 hektare di Banguntapan diprotes warga. Hasil pemeriksaan OPD Bantul merekomendasikan perbaikan, bukan penutupan.
Harga HP Infinix September 2026 tersedia dari Rp1,9 juta hingga Rp11,9 juta, dengan Note 60 Ultra menjadi model termahal.
Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026, lebih besar dari bonus SEA Games Rp1 miliar.
Jogja mendung beberapa hari terakhir bukan tanda kemarau berakhir. BMKG memprediksi hujan masih rendah hingga November 2026.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), Selasa (1/9/2026), di Ruang Seminar