Advertisement

Sebelum Kecelakaan di Bukit Bego Bantul, Bus Wisata Hendak ke Malioboro tapi Batal

Ujang Hasanudin
Senin, 07 Februari 2022 - 16:47 WIB
Budi Cahyana
Sebelum Kecelakaan di Bukit Bego Bantul, Bus Wisata Hendak ke Malioboro tapi Batal Bus pariwisata yang menabrak Bukit Bego, Bantul, Minggu (6/2/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Rombongan wisatawan penumpang bus Gandos Abadi yang mengalami kecelakaan di Bukit Bego, Jalan Imogiri Mangunan, Bantul, Minggu (6/2/2022) sedianya akan mengunjungi Malioboro, tetapi membatalkan rencana karena sudah tidak ada pedagang kaki lima atau PKL di jalur pedestrian.

Bus mengangkut rombongan family gathering perusahaan konfeksi dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Ini Kata-Kata Terakhir Sopir Bus Wisata Sebelum Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul

Salah satu penumpang yang selamat, Danarto, 38, mengatakan dalam bus pariwisata tersebut ada 47 penumpang termasuk sopir dan kernet.  Rombongan family gathering dari perusahaan konfeksi tersebut berangkat dari Sukoharjo pukul 07.00 WIB.

Mereka hendak bertamasya ke Malioboro, Puncak Becici, dan Pantai Parangtritis. Namun, ujar Danarto, karena di trotoar Malioboro sudah tidak ada pedagang kaki lima atau PKL, tujuan wisata diubah ke Tebing Breksi Sleman kemudian berlanjut ke Puncak Becici. Terakhir adalah hendak ke Pantai Parangtritis. Sejak sepekan terakhir, jalur pedestrian Malioboro sudah bersih dari PKL. Para pedagang kaki lima kini menempati lokasi baru yang lebih tertata, yakni di Teras Malioboro 1 di depan Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro 2 di samping Gedung DPRD DIY.

Danarto kemudian menceritakan detik-detik terakhir sebelum bus menabrak tebing Bukit Bego.

Penduduk Pundungsari RT 3/RW 2, Mranggen, Pulokerto, Sukoharjo, Jawa Tengah itu duduk tepat di samping sopir. Danarto duduk kursi tambahan sehingga mengetahui persis saat bus menabrak Bukit Bego. 

Ia mengatakan saat naik di Tebing Breksi dan Puncak Becici, bus sudah mengalami masalah. Bahkan setelah dari Puncak Becici di Jalan Mangunan, bus tak kuat melewati jalan menanjak. Mesinnya pun mati. Di tengah tanjakan, semua penumpang turun. Kenek harus memberikan pengganjal di roda agas bus tak melorot.

Advertisement

BACA JUGA: Tak Hanya di Jalur Mangunan Bantul, Ini Deretan Kecelakaan Maut di Jalur Wisata

Mesin bus kembali menyala dan berhasil mengatasi tanjakan. Semua penumpang kembali naik dan dan melanjutkan perjalanan.

Menurut Danarto, sopir sempat berbicara kepada kenek dan menduga bus mengalami masalah. Filternya kotor. Namun, si sopir tetap meminta penumpang untuk tidak panik.

Advertisement

Bus kemudian melewati Jalan Mangunan Imogiri.  Di jalanan menurun, awalnya bus melaju biasa.  Namun di tikungan Bukit Bego, sopir terlihat panik dan memainkan perseneling. Bus berjalan di gigi tiga. Setelah itu, bus oleng ke kanan dan ke kiri.

“Bus melaju kencang, mungkin remnya blong, kemudian brukkkk, menabrak tebing,” kata Danarto saat ditemui di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Senin (7/2/2022) pagi. 

Menurut dia, sopir bus membanting setir ke kanan dan menabrakkan bodi bus ke tebing karena di depan ada truk pengangkut pasir. Jika sopir tak banting setir ke kanan, bus bisa manabrak truk.

“Waktu benturan saya terlempar dari bus,  masuk selokan,” ujar dia.

Advertisement

Dengan luka bagian kepala,  kaki,  tangan dan punggung, Danarto masih bisa merayap mencari kedua anaknya di dalam mobil. Danarto kemudian menemukan kedua anaknya Elsa Ramadani, 12, dan Aliya Dwi Oktavia, 7. Dia lantas mencari istrinya, Sri Rahayu, 35, yang duduk di bangku tepat belakang sopir. “Istri saya juga terlempar keluar bus,” ungkap Danarto.

Keluarga kecil Danarto lolos dari maut, tetapi menderita luka-luka. Keempatnya dirawat di PKU Muhammadiyah Bantul.

BACA JUGA: PKL Sudah Tertib & Pindah ke Teras Malioboro, tetapi Sejumlah Toko Malah Nakal

Advertisement

Sri Rahayu, istri Danarto mengatakan sebelum bus menabrak tebing, penumpang sudah panik dan meneriakkan nama Tuhan.

“Sopir enggak bilang apa-apa.  Tapi penumpang pada teriak Allahuakbar Alahuakbar setelah itu brukkk, langsung menabrak tebing,” ungkap Sru Rahayu.

“Saya ikut terlempar ke luar bus.”

Kasatlantas Polres Bantul AKP Gunawan mengatakan jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan di Bukit Bego sampai Senin pagi 13 orang. Puluhan orang lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit. Ada juga yang sudah pulang karena luka ringan,” ujar Gunawan.

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Survei Indikator: Polri Masih Terpuruk

News
| Senin, 28 November 2022, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement