Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sedikitnya 12 warga di Kapanewon Gedangsari dan Ponjong dinyatakan positif antraks. Meski demikian, Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan kondisi warga terpapar dalam keadaan baik.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sudah menerima hasil laboratorium berkaitan dengan uji sampel antraks yang diduga menular ke manusia. Total ada 26 warga yang dites dan hasilnya ada 12 orang yang dinyatakan positif antraks, sedangkan 14 warga lainnya negatif.
“Sudah keluar hasilnya dan memang ada belasan warga yang dinyatakan positif terkena antraks,” katanya, Rabu (9/2/2022).
Dewi pun memastikan, seluruh warga yang terpapar dalam keadaan baik serta berada di rumah masing-masing. Upaya pengawasan juga terus dilakukan untuk memantau kondisi para warga ini. “Akan terus dipantau kesehatannya,” katanya.
BACA JUGA: Temui Warga Wadas, Ganjar Pranowo Bicara soal Ganti Rugi Tambang Material untuk Proyek Bendungan
Dewi menambahkan, antraks merupakan jenis penyakit zoonosis, yakni hanya menular dari hewan ke manusia, tidak antar manusia. Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk tidak panik karena upaya penangulangan terus dilakukan.
“Upaya pencegahan juga butuh partisipasi dari masyarakat. Salah satunya selektif memilih daging yang segar dan pastikan dari hewan yang sehat,” imbuh dia.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, upaya pencegahan penularan antar hewan terus dilakukan. Salah satunya memperluas angkauan penyuntikan anti biotik untuk ternak warga.
Dia mencontohkan, kasus penularan di Gedangsari terjadi di Dusun Jetis. Meski demikian, upaya penyuntikan dilakukan di sejumlah dusun mulai dari Jatibungkus, Ngasinan, Pace A dan Pace B. “Akan kami optimalkan agar penularan bisa ditekan,” katanya.
Ia berharap, hewan ternak seperti sapi dan kambing dalam kondisi mati langsung dikuburkan. Hal ini dikarenakan risiko penularan antraks paling tinggi terjadi saat ternak sakit lalu disembelih. Kondisi tersebut menyebabkan bakteri antraks yang berdiam di darah akan kontak dengan udara dapat membentuk proteksi, sehingga lebih mudah menular.
“Janga dibrandu dan lebih baik dikubur. Memang dengan brandu bisa meringankan pemilik karena uang yang diberikan, tapi risikonya berahaya karena bisa menyebabkan penularan antraks,” katanya.
Kelik menambahkan, saat sekarang sedang mempersiapkan kebijakan memberikan santunan ternak yang mati akibat antraks. “Masih dikaji dan mudah-mudahan segera ada payung hukumnya untuk pelaksanaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya