Klasemen Piala Dunia 2026: AS, Meksiko hingga Swiss Memimpin
Klasemen Piala Dunia 2026 terbaru: Meksiko, Swiss, Skotlandia, dan AS memimpin grup usai laga perdana fase grup.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Selain klaster sekolah, kasus penularan Covid-19 di Sleman didominasi oleh klaster keluarga dan pelaku perjalanan. Pemkab Sleman melaporkan adanya penularan Covid-19 di dua dusun dan tiga perkantoran.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan wilayah Sleman saat ini memberlakukan PPKM level 3. Pemkab melakukan pembatasan di sejumlah sektor. Mulai pendidikan, perdagangan hingga pariwisata. "Misalnya anak-anak tetap bisa sekolah tatap muka, hanya dibatasi 50 persen. Perayaan resepsi dibolehkan hanya 25 persen, tempat ibadah dibatasi 50 persen," katanya saat memperingati Hari Pers Nasional, Jumat (11/2/2022).
Dia meminta masyarakat untuk panik dengan meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 hanya saja masyarakat diingatkan untuk tetap mewaspadai penyebaran Covid-19. Pemkab sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi potensi gelombang ketiga ini dengan berbagai kebijakan. Selain menerapkan PPKM level 3, kegiatan vaksinasi juga terus ditingkatkan.
BACA JUGA: Polisi Sebut Pengepungan Warga Wadas Hoaks, Netizen: Pembuat Hoaks Terbesar Adalah Penguasa
Satgas Covid-19 baik di tingkat kapanewon maupun kalurahan sudah digerakkan untuk mengingatkan kembali penerapan protokol kesehatan. Terutama terkait penggunaan masker. "PPKM level 3 di Sleman terjadi karena tracingnya kurang sehingga diharapkan kalau ada yang positif tracing akan ditingkatkan lagi," katanya.
Klaster Covid-19
Kustini menyebut, di wilayah Sleman ada sejumlah klaster penyebaran Covid-19 di masyarakat. Selain klaster sekolah (pendidikan), muncul klaster keluarga dan perkantoran yang ditemukan. Untuk yang klaster sekolah seperti Al-Azhar dan Salman Al-Farisi dinyatakan sudah selesai. Anak-anak, kata Kustini sudah kembali bersekolah.
"Saat ini ada dua dusun dan tiga kantor yang menjadi klaster. Ada juga klaster dari sekolah," katanya tanpa memaparkan detail lokasinya.
Kustini meminta agar pasien yang terpapar Covid-19 untuk menjalani isolasi di Isoter. Hal ini bertujuan untuk untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. "Untuk Isoter (Isolasi Terpusat) di Asrama Haji kapasitas 137 bed terisi 48 bed kemudian Rusun Gemawang 111 ber terisi 54 bed. Kalau BOR di rumah sakit baru 17 bed yang terpakai," katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan kasus penyebaran Covid-19 di Sleman sudah memunculkan banyak klaster. Namun paling mendominasi klaster sekolah. "Cuma eksposenya tidak sebesar awal kemarin. Klaster keluarga juga banyak. Tapi tracing terus kami lakukan," katanya.
Untuk klaster perkantoran diakuinya juga ada, begitu juga dari klaster kesehatan. Menurut Yuli, jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 masing-masing fasilitas kesehatan berbeda-beda. "Ada yang tiga-empat nakes (yang terpapar Covid-19) tapi ini tidak mengganggu pelayanan," katanya.
Yuli meminta warga yang sudah dinyatakan positif Covid-19 baik yang OTG maupun yang tidak bergejala untuk tetap menjalani isolasi baik isolasi mandiri di rumah maupun di Isoter. "Kalau isoman prokes harus tetap berjalan. Yang biasanya lengah itu, Isoman di rumah tidak diterapkan. Tidak pakai masker ini yang berpotensi menular ke yang sehat," katanya.
Hingga kini, kasus aktif Covid-19 di Sleman tercatat sekitar 1500 kasus. Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 94 orang, menjalani isolasi di Isoter tercatat sebanyak 88 orang dan menjalani isoman sebanyak 1.100 orang. "Untuk pasien yang dirawat sebanyak 11 orang. Tidak ada gejala berat, hanya sedang terkait riwayat vaksin belum kami identivikasi," kata Direktur RSUD Sleman Novita Krisnaeni.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan per Jumat (11/2/2022) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 248 kasus dan kasus sembuh sebanyak 19 kasus tanpa ada laporan kasus kematian. Meski terjadi lonjakan kasus, Evie meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada.
"Yang perlu dilakukan, sekali lagi adalah penerapan prokes yang ketat terutama masker. Tidak usah panik tapi tetap waspada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klasemen Piala Dunia 2026 terbaru: Meksiko, Swiss, Skotlandia, dan AS memimpin grup usai laga perdana fase grup.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 15 Juni 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp8.000 terbaru di sini.
Presiden Jerman Steinmeier bertemu Prabowo bahas investasi, energi hijau, hingga kerja sama strategis Indonesia-Jerman.
Jadwal Piala Dunia 2026 Senin 15 Juni: Jerman, Belanda, Spanyol tampil. Cek jam tayang dan prediksi laga seru hari ini.
Prediksi Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026 lengkap dengan skor dan susunan pemain. Siapakah yang menang?
Harga mawar di Rawa Belong melonjak hingga Rp170 ribu per ikat akibat kelangkaan stok dan tingginya permintaan musim wisuda.