Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 2 Juli, Lengkap dari Palur hingga Jogja
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Selain klaster sekolah, kasus penularan Covid-19 di Sleman didominasi oleh klaster keluarga dan pelaku perjalanan. Pemkab Sleman melaporkan adanya penularan Covid-19 di dua dusun dan tiga perkantoran.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan wilayah Sleman saat ini memberlakukan PPKM level 3. Pemkab melakukan pembatasan di sejumlah sektor. Mulai pendidikan, perdagangan hingga pariwisata. "Misalnya anak-anak tetap bisa sekolah tatap muka, hanya dibatasi 50 persen. Perayaan resepsi dibolehkan hanya 25 persen, tempat ibadah dibatasi 50 persen," katanya saat memperingati Hari Pers Nasional, Jumat (11/2/2022).
Dia meminta masyarakat untuk panik dengan meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 hanya saja masyarakat diingatkan untuk tetap mewaspadai penyebaran Covid-19. Pemkab sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi potensi gelombang ketiga ini dengan berbagai kebijakan. Selain menerapkan PPKM level 3, kegiatan vaksinasi juga terus ditingkatkan.
BACA JUGA: Polisi Sebut Pengepungan Warga Wadas Hoaks, Netizen: Pembuat Hoaks Terbesar Adalah Penguasa
Satgas Covid-19 baik di tingkat kapanewon maupun kalurahan sudah digerakkan untuk mengingatkan kembali penerapan protokol kesehatan. Terutama terkait penggunaan masker. "PPKM level 3 di Sleman terjadi karena tracingnya kurang sehingga diharapkan kalau ada yang positif tracing akan ditingkatkan lagi," katanya.
Klaster Covid-19
Kustini menyebut, di wilayah Sleman ada sejumlah klaster penyebaran Covid-19 di masyarakat. Selain klaster sekolah (pendidikan), muncul klaster keluarga dan perkantoran yang ditemukan. Untuk yang klaster sekolah seperti Al-Azhar dan Salman Al-Farisi dinyatakan sudah selesai. Anak-anak, kata Kustini sudah kembali bersekolah.
"Saat ini ada dua dusun dan tiga kantor yang menjadi klaster. Ada juga klaster dari sekolah," katanya tanpa memaparkan detail lokasinya.
Kustini meminta agar pasien yang terpapar Covid-19 untuk menjalani isolasi di Isoter. Hal ini bertujuan untuk untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. "Untuk Isoter (Isolasi Terpusat) di Asrama Haji kapasitas 137 bed terisi 48 bed kemudian Rusun Gemawang 111 ber terisi 54 bed. Kalau BOR di rumah sakit baru 17 bed yang terpakai," katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan kasus penyebaran Covid-19 di Sleman sudah memunculkan banyak klaster. Namun paling mendominasi klaster sekolah. "Cuma eksposenya tidak sebesar awal kemarin. Klaster keluarga juga banyak. Tapi tracing terus kami lakukan," katanya.
Untuk klaster perkantoran diakuinya juga ada, begitu juga dari klaster kesehatan. Menurut Yuli, jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 masing-masing fasilitas kesehatan berbeda-beda. "Ada yang tiga-empat nakes (yang terpapar Covid-19) tapi ini tidak mengganggu pelayanan," katanya.
Yuli meminta warga yang sudah dinyatakan positif Covid-19 baik yang OTG maupun yang tidak bergejala untuk tetap menjalani isolasi baik isolasi mandiri di rumah maupun di Isoter. "Kalau isoman prokes harus tetap berjalan. Yang biasanya lengah itu, Isoman di rumah tidak diterapkan. Tidak pakai masker ini yang berpotensi menular ke yang sehat," katanya.
Hingga kini, kasus aktif Covid-19 di Sleman tercatat sekitar 1500 kasus. Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 94 orang, menjalani isolasi di Isoter tercatat sebanyak 88 orang dan menjalani isoman sebanyak 1.100 orang. "Untuk pasien yang dirawat sebanyak 11 orang. Tidak ada gejala berat, hanya sedang terkait riwayat vaksin belum kami identivikasi," kata Direktur RSUD Sleman Novita Krisnaeni.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan per Jumat (11/2/2022) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 248 kasus dan kasus sembuh sebanyak 19 kasus tanpa ada laporan kasus kematian. Meski terjadi lonjakan kasus, Evie meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada.
"Yang perlu dilakukan, sekali lagi adalah penerapan prokes yang ketat terutama masker. Tidak usah panik tapi tetap waspada," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Jumat 3 Juli 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
Bupati Magelang meminta OPD meningkatkan PAD melalui inovasi untuk memperkuat kemandirian fiskal dan menjaga pembangunan daerah.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Jumat 3 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
DPRD DIY menilai pelaksanaan RTRW DIY 2023-2043 belum optimal. Pansus menemukan kesenjangan antara rencana tata ruang dan pembangunan.
Seorang satpam ditemukan meninggal di pos jaga perumahan di Kasihan, Bantul. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.