Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 6 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Warga melintas di kawasan Tepus Gunungkidul yang masih dalam proses pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS), Desember 2021./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menganggarkan dana sekitar Rp30 miliar dari Dana Keistimewaan untuk perluasan pembebasan lahan Kelok 18 yang akan dibangun di Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS perbatasan Gunungkidul dan Bantul.
Lahan untuk JJLS ini diperluas karena dengan desain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus menghindari titik tanah debris yang dikhawatirkan mudah runtuh.
BACA JUGA: Punya Panjang 5 Km, Wisata Alam Kelok 18 di Gunungkidul Bantul Habiskan Rp250 Miliar
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri, mengatakan sesuai dengan desain dari Kementerian PUPR, pembangunan Kelok 18 yang berada di Kretek (Bantul) dan Girijati (Gunungkidul) butuh perluasan lahan. Pemda DIY kembali menganggarkan untuk pembebasan lahan pada 2022 ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY. Perluasan lahan ini demi keamanan pembangunan.
“Desain [dari] Pusat memerlukan lahan tambahan, jadi kami yang diminta untuk menambah lahan karena ada tanah debris, tanahnya itu cenderung mudah runtuh cukup membahayakan, jadi harus digeser atau ditambah lebarnya,” katanya, akhir pekan lalu.
Debris adalah titik tanah mengandung tumpukan pecahan batu atau reruntuhan akibat erosi.
“Berdasarkan hasil hasil survei ulang, ternyata di situ ditemukan tanah debris yang mudah runtuh, untuk konstruksinya diperlukan lahan lagi,” ujarnya.
Dia mengatakan anggaran yang disiapkan untuk perluasan pembebasan lahan Kelok 18 di 2022 sekitar Rp30 miliar. Lahan yang dibebaskan terdiri atas 54 bidang dengan luas total sekitar tiga hektare. “Pakai Danais perkiraan sekitar Rp30 miliar.”
BACA JUGA: JJLS di Gunungkidul Terancam Tidak Tersambung Gara-gara Tanah 600 Meter Ini
Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) DIY, Muhammad Shidiq Hidayat, menyatakan jika sudah final, desain Kelok 18 di JJLS Gunungkidul Bantul diberikan kepada Satker PJN sebagai salah satu persiapan menuju pembangunan fisik.
“Sebenarnya target mulai dibangun tahun ini, tetapi saya belum bisa pastikan karena belum melihat anggaran dan desain seperti apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Rudal Iran disebut makin canggih dengan teknologi pencari target. Kemampuan ini meningkatkan ancaman terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz.
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Kejagung mengusut dugaan korupsi lahan Inhutani V oleh PT PSMI. Rp1 triliun disita, 47 saksi diperiksa, tetapi belum ada tersangka.
Basarnas memperluas pencarian lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda ke empat sektor dengan mengerahkan 13 kapal pada hari keempat.
Xiaomi memastikan Redmi Note 17 Series masuk Indonesia pada 16 September 2026, dengan varian Pro Max membawa baterai 10.000 mAh.