BEDAH BUKU Pemikiran Gus Dur Tetap Relevan di Tengah Masyarakat
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Anggota DPRD Kota Jogja, Wisnu Sabdono Putro./Istimewa
JOGJA—Jagat maya Indonesia khususnya Jogja kembali dihebohkan pemberitaan negatif. Pemberitaan tersebut mengenai jumlah pelajar di Jogja yang hamil di luar nikah mencapai ribuan. Pemberitaan itu muncul di laman salah satu media online nasional berjudul “3 Kota di Indonesia dengan Jumlah Pelajar Hamil di Luar Nikah Terbanyak, Nomor 2 Capai Ribuan” yang tayang pada tanggal 11 Februari 2022.
Dalam berita itu disebutkan bahwa ada tiga kota di Indonesia dengan jumlah pelajar hami di luar nikah terbanyak. Pertama, Tangerang Selatan, Yogyakarta, dan Madiun. Faktornya antara lain karena ekonomi dan pandemi Covid-19. Khusus untuk Jogjakarta disebutkan angka kehamilan pada 2022 sebanyak 45.589 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.032 kasus atau 2,3 persen masuk kategori hamil di luar nikah, salah satunya adalah kalangan pelajar.
Menanggapi pemberitaan tersebut, anggota DPRD Kota Jogja, Wisnu Sabdono Putro, mengatakan, konten berita yang dibuat oleh media online nasional tersebut dapat merusak citra Kota Jogja yang dibangun masyarakat taitu sebagai kota pelajar dan kota budaya. Sebagai wakil rakyat dan warga Jogja, Wisnu menyayangkan redaksi media tersebut yang menulis berita tanpa dilengkapi sumber yang jelas dan data yang valid.
“Sumber berita tidak jelas, datanya juga tidak jelas. Tidak ada verifikasi ke lembaga pemerintah daerah di Jogja. Jadi, isi berita tersebut tentu sangat merugikan masyarakat Jogja. Terutama bagi dunia pendidikan,” kata anggota DPRD Kota Jogja, Wisnu, Selasa, 15 Februari 2022.
Karena itu, Wisnu pun meminta kepada Pemkot Jogja segera mengambil langkah strategis dan cepat terkait pemberitaan tersebut. Jangan sampai, berita tersebut semakin menjadi trending topic di jagat maya Indonesia sehingga imbasnya dapat merugikan institusi pendidikan khususnya yang ada di Kota Jogja.
“Imbas dari berita negatif itu banyak lho. Nanti, orang tua enggan menyekolahkan dan menguliahkan anaknya di Jogja terutama orang tua yang memiliki anak perempuan. Imbasnya juga bisa sampai ke perekonomian Jogja seperti kos-kosan, warung makan, kafe, toko dan lain sebagainya,” terang sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini.
Wisnu mengaku senang perkembangan teknologi informasi di tengah masyarakat saat ini cukup pesat termasuk keberadaan media online. Siapa saja dengan mudah menyebarkan informasi padahal belum tentu benar. Karena itu, Wisnu meminta kepada netizen agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam bermain media sosial. Netizen jangan asal share informasi dan berita yang belum tentu benar dan valid.
“Sebagai orang terdidik yang berada di Kota Jogja, kota pelajar dan kota budaya, kita harus dapat menjaga marwah Kota Jogja. Kita semua, tidak hanya pejabat, tapi seluruh elemen masyarakat termasuk teman-tema pegiat media online jangan asal membuat konten negatif tanpa memikirkan dampak bagi masyarakat dan generasi di masa akan datang,” terang Wisnu Sabdono Putro. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.