Advertisement
Kemiringan Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul Dikurangi 10 Persen, Pembebasan Lahan Telan Rp12 Miliar

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Salah satu tanjakan ekstrem di Gunungkidul, yakni Tanjakan Clongop, yang terletak di Kecamatan Gedangsari, akan dikurangi kemiringannya. Anggaran Rp12 miliar disediakan untuk pembebasan lahan seluas 5,7 hektare.
Kepala Bina Marga Gunungkidul, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Wadiyana mengatakan normalisasi Tanjakan Clongop sudah dimulai sejak tahun lalu. Kewenangan pelaksanaan bukan berada di Pemkab Gunungkidul karena status jalan milik Pemda DIY.
Advertisement
BACA JUGA: Daftar Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul, Pengendara Harus Hati-Hati karena Rawan Kecelakaan
“Lokasinya memang di Gunungkidul, tapi pelaksanaan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral [DPUP-ESDM] DIY,” kata Wadiyana kepada Harian Jogja, Selasa (15/2/2022).
Dia menjelaskan, normalisasi dilakukan karena Tanjakan Clongop tergolong ekstrem dan rawan kecelakaan. Sesuai perencanaan, untuk mengurangi tingkat kemiringan 10% akan dibuatkan jalan baru di sisi timur jalur yang ada. Rencananya jalur baru ini akan memotong jalan yang lama sehingga diharapkan tanjakan yang tajam bisa dikurangi.
“Pada saat naik di tanjakan pertama akan dibuatkan jalan baru ke arah timur. Dengan menghindari tanjakan di jalur lama diharapkan bisa mengurangi tingkat kemiringan agar jalur lebih aman untuk dilalui,” ungkapnya.
Wadiyana mengatakan tahun ini baru pembebasan lahan. Diperkirakan pembangunan baru dilaksanakan mulai 2023. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, DPUP-ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma mengatakan normalisasi Tanjakan Clongop yang menjadi jalur alternatif penghubung Klaten-Gunungkidul membutuhkan lahan seluas sekitar 57.000 meter persegi. Tim appraisal sudah melakukan kajian terkait dengan rencana pembebasan untuk pembangunan di akhir 2021 lalu. “Rencananya dibeli tahun ini,” kata Andi.
BACA JUGA: Buntut Kecelakaan Bukit Bego Bantul, Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul Tak Boleh Dilewati Bus Wisata
Menurut dia, Pemda DIY menyediakan Rp12 miliar untuk pembebasan lahan. “Pagu anggaran yang dialokasikan sudah sesuai dengan hasil kajian dari appraisal,” katanya.
Andi berharap proses pembebasan dapat berjalan sehingga tahapan dapat dilanjutkan ke pembangunan fisik. “Apabila tahun ini bisa selesai [pembebasan lahannya], maka di 2023-2024 bisa segera memulai untuk pelaksanaan fisiknya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Perhatian! Lusa, Polri Lakukan Flag Off One Way Secara Nasional
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
- H+3 Lebaran 2025, Pantai Parangtritis Dikunjungi 14.000 Wisatawan
- Arus Balik, Jalur Fungsional Tol di Tamanmartani Sempat Dilewati Lebih dari 1.000 Kendaraan per Jam
Advertisement
Advertisement