Advertisement

Kasus Melonjak, DIY Akan Tambah Bed Covid-19  

Sunartono
Sabtu, 26 Februari 2022 - 16:57 WIB
Bhekti Suryani
Kasus Melonjak, DIY Akan Tambah Bed Covid-19    Ilustrasi. - REUTERS/Susana Vera

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mempersiapkan penambahan bed Covid-19 untuk mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan kasus Covid-19. Namun sampai saat ini kondisi bed rumah sakit dinilai masih aman. 

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, DIY telah memasuki fase seperti DKI dan Bali dengan angka Covid-19 di atas varian Delta. Sejumlah upaya yang dilakukan menggerakkan masyarakat agar tidak beraktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan. Saat ini meski kasusnya cenderung tinggi namun kondisi BOR rumah sakit masih tergolong normal.

“Oleh karena itu satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah untuk mengendalikan diri kita masing-masing supaya tidak berkerumun. Walau pun kalau kita lihat kasus kita saat omicron ini sudah tinggi. Tetapi BOR rumah sakit kita masih cukup. Kalau dulu Juni dan Juli [2021, gelombang kedua Covid-19] itu rumah sakit sudah enggak cukup lagi,” katanya Jumat (25/2/2022). 

Ia menambahkan saat ini karena kondisi warga yang positif dengan gejala ringan dan tanpa gejala, maka lebih banyak melakukan isolasi mandiri dan di Isoter. Meski demikian, melalui Dinkes DIY, jawatannya telah meminta agar rumah sakit bersiap dengan konversi bed dari umum ke bed Covid-19. “Rumah sakit masih cukup. Tapi Dinkes koordinasi ke rumah sakit untuk persiapan seandainya terjadi peningkatan BOR makin buruk,” ujarnya.

 BACA JUGA: Hari Ini DIY Tambah 2.778 Kasus Positif Covid-19, Meninggal Dunia 9 Orang 

Adapun fasilitas lain seperti obat-obatan, sampai Jumat (25/2/2022) masih tergolong cukup. Begitu juga dengan ketersediaan oksigen, rumah oksigen yang disiapkan Pemda DIY pun belum menerima banyak permintaan. Artinya kata Aji, sebagian besar pasien tidak banyak yang membutuhkan oksigen seperti saat gelombang kedua 2021 lalu.

“Kebutuhan oksigen sampai hari ini tidak begitu mendesak. Yang kita produksi juga belum sampai pada produksi yang optimal. Setiap mesin mampu memproduksi sekitar 100 tabung per hari, saat ini satu mesin yang beroperasi juga tidak selalu ada permintaan. Namun tetap kami siagakan petugas,” katanya.

Meski terjadi lonjakan kasus melebih Delta, namun DIY tidak akan mengeluarkan kebijakan khusus. Penanganan pun sama seperti sebelumnya dengan memperketat prokes di tempat publik. Ia berpesan destinasi wisata harus memperhatikan ketentuan PPKM Level 3.

“Hanya memperketat tempat-tempat untuk protokol kesehatan dan pemanfaatan peduli lindungi. Kita tidak mungkin menolak orang datang. Ditolak ya pada saat satu destinasi sudah penuh itu ditolak. Tapi kalau orang tidak boleh datang ke Jogja sudah tidak mungkin,” ujarnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement