Advertisement

Wisatawan Membeludak, Objek Wisata Alam di Sleman Ini Laris Manis

Abdul Hamied Razak
Selasa, 01 Maret 2022 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Wisatawan Membeludak, Objek Wisata Alam di Sleman Ini Laris Manis nWisatawan asing melintas di lereng Gunung Merapi wilayah Kaliadem, Cangkringan, Sleman, setelah terjadi erupsi, Selasa (3/3/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Libur panjang akhir pekan lalu mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Sleman terutama wisata alam. Dinas Pariwisata menyebut kenaikan kunjungan wisatawan membeludak tercatat naik 50% dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Suparmono mengatakan kunjungan wisata di sejumlah destinasi wisata Sleman mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya. Wisata berbasis alam mengalami peningkatan kunjungan, seperti Kaliurang dan Kaliadem di lereng Merapi. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Pantauan kami kemarin di sisi Utara Sleman seperti Kaliurang dan Kaliadem. Peningkatan kunjungan hingga 50 persen dibandingkan pekan lalu," kata Suparmono kepada awak media, Selasa (1/3/2022). 

BACA JUGA: 10 Destinasi Dekat Monumen Serangan Umum 1 Maret Bisa Dijangkau dengan Jalan Kaki

Status PPKM Level 3 di Sleman, lanjutnya, tidak memengaruhi minat wisatawan untuk datang berkunjung. Meskipun begitu, lanjut dia, para pengelola wisata tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah digariskan. Satgas Covid-19 di masing-masing tempat dipastikan diaktifkan untuk memastikan Prokes dilaksanakan dengan ketat. 

Kapasitas pengunjung, katanya, dipastikan sebesar 25%, tidak boleh ada pertunjukan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, dan selama libur Dinas Pariwisata bersama Sat Pol PP melakukan monitoring. "Pelaksanaan Prokes ini untuk melindungi baik itu wistawan, karyawan, maupun lingkungannya, sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Bupati," ujarnya.

Peningkatan kunjungan wisatawan di Sleman berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel di Kabupaten Sleman. Saat libur panjang kemarin, okupansi hotel terlihat meningkat dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya terutama saat penerapan PPKM Level 3 di DIY. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo mengatakan okupansi hotel rata-rata berada pada angka 75-80% bahkan 91% untuk hotel yang berada di ring satu distinasi wisata. "Dibandingkan sebelumnya  kenaikan okupansi sekitar 30-40 persen. Jauh lebih bagus," katanya.

Advertisement

Kenaikan kunjungan wisatawan tidak hanya terjadi di lokasi wisata yang berada di sisi Utara Sleman. Destinasi wisata di sisi Timur Sleman juga merasakan dampak dari long weekend pekan kemarin. "Ya ada peningkatan kunjungan sekitar 30 persen. Bisa dibilang kembali pulih (sebelum penerapan PPKM level 3)," kata Ketua Pengelola Tebing Breksi, Kholiq Widiyanto.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

4 Negara di Asia Tenggara Akan Klaim Kebaya ke UNESCO, Kok Bisa?

News
| Sabtu, 26 November 2022, 18:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement