Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus kematian akibat virus Corona terus bertambah. Sejak gelombang ketiga muncul dari awal Februari hingga Kamis (3/3/2022) tercatat 31 pasien Covid-19 meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, seiring meningkatnya kasus penularan, jumlah warga yang meninggal dunia karena virus corona juga ikut bertambah.
Sebagai gambaran di akhir Januari kasus kematian ada 1.033 orang. Namun demikian, hingga Kamis sore bertambah 31 kasus sehingga total ada 1.064 orang.
"Untuk hari ini [kemarin] ada tambahan empat orang yang meninggal dunia karena corona," katanya, Kamis.
BACA JUGA: PSI Dukung Jokowi 3 Periode, Pengamat Sebut Memalukan!
Menurut dia, ada sejumlah sejumlah faktor yang menyebabkan pasien Corona meninggal dunia. Ia berdalih penyebab terbanyak karena warga belum menjalani vaksinasi. Selain itu, ada juga karena lansia dan pasien memiliki penyakit bawaan.
Meski ada peningkatan, Dewi mengakui jumlah kematian pada saat ini sangat jauh berkurang dibandingkan angka pada saat penularan gelombang kedua di Pertengahan 2021 lalu. Menurut dia, angka kematian dapat ditekan karena program vaksin.
Ia tidak menampik, warga yang telah menjalani vaksin tidak sepenuhnya bebas dari infeksi. Namun demikian, lanjut Dewi, dengan vaksin tingkat kekebalan tubuh meningkat sehingga risiko kematian berkurang.
"Makanya kami terus dirong warga yabg belum segera mengikuti vaksinasi. Selain itu, vaksinasi booster juga kami kebut," katanya.
Selain tambahan kasus kematian, pada Kamis juga ada tambahan 214 warga yang terinfeksi. Sejak pandemi muncul dua tahun lalu, hingga sekarang ada 20.414 warga yang dinyatakan terpapar corona.
"Dari jumlah ini yang dinyatakan sembuh sebanyak 17.676 orang. Sedang yang menjalani perawatan ada 1.674 orang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut melalui water intake dan sekat kanal untuk mencegah karhutla di Sumatera Selatan.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.