Banpol Gunungkidul 2026 Cair Rp1,1 Miliar, PDIP Terbesar
Banpol Gunungkidul 2026 cair Rp1,1 miliar untuk 8 partai. PDIP jadi penerima terbesar berdasarkan suara Pemilu 2024.
Ilustrasi rumah sakit/Antara-Aji Styawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wonosari menjadi sasaran keluhan masyarakat setelah muncul dugaan penolakan pelayanan kepada salah satu calon pasien asal Kalurahan Kepek, Wonosari.
BACA JUGA: Akhirnya! Pembangunan Fisik Tol Pertama di Jogja Dimulai Akhir Bulan Ini
Keluhan ini disuarakan oleh Lurah Kepek, Bambang Setiawan BS. Pada Kamis (3/3/2022) malam, ia berencana memeriksakan anaknya ke layanan IGD RSUD Wonosari. Meski demikian, tidak jadi dan terpaksa pindah ke rumah sakit lain di Kota Wonosari.
“Anaknya mengalami sesak napas karena memiliki riwayat asma, tapi saat datang ke IGD malah diminta ke rumah sakit lain. Yang lebih mengherankan lagi, ada perawat yang sudah mengambil kursi roda, tetapi dokter jaga malah berkata seperti itu [meminta periksa ke rumah sakit lain],” kata Bambang, Jumat (4/3/2022).
Menurut dia, tidak ada alasan yang jelas berkaitan dengan penolakan ini. Bambang pun tidak mau berdebat sehingga memilih memeriksakan ke rumah sakit lain.
“Ini untuk keselamatan nyawa jadi saya pergi untuk berobat ke yang lain. Saya bersyukur, kondisi anak saya juga sudah membaik,” katanya.
Meski demikian, Bambang mengaku kecewa dengan pelayanan IGD RSUD. Ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan layanannya bisa ditingkatkan sehingga warga memperoleh layanan yang baik.
“Saya juga sempat menulis pengalaman ini di Facebook. Tapi, ini lebih sebagai bentuk kecintaan agar pelayanan bisa lebih baik dan tidak ada penolakan pasien,” katanya.
Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati mengatakan sudah mendengar tentang keluhan yang disuarakan oleh Lurah Kepek tentang layanan di IGD. Ia, mengaku sudah melakukan klarifikasi berkaitan dengan masalah ini.
“Tadi pagi [kemarin] langsung kami kumpulkan seluruh petugas dan dokter jaga yang bertugas semalam,” katanya.
Menurut dia, permasalahan muncul karena komunikasi yang kurang baik sehingga terjadi hal tersebut. “Sebenarnya bukan ditolak, tapi berhubung di masa pandemi, maka calon pasien harus menjalani tes antigen terlebih dahulu,” katanya.
Meski demikian, Heru juga tidak menampik ada seorang dokter magang yang menyarankan untuk pindah ke klinik atau rumah sakit lain apabila ingin mendapatkan perawatan yang lebih cepat.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan ini. Kami juga sudah memberikan pembinaan berkaitan dengan pola komunikasi sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian,” katanya.
Menurut dia, upaya investigasi lanjutan terus dilakukan agar pelayanan RSUD Wonosari tetap memuaskan masyarakat. Terkait dengan sanksi terhadap masalah ini, juga akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku.
“Kami kaji terlebih dahulu yang jelas akan ada pembinaan lebih lanjut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banpol Gunungkidul 2026 cair Rp1,1 miliar untuk 8 partai. PDIP jadi penerima terbesar berdasarkan suara Pemilu 2024.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Gojek mulai menerapkan biaya pembatalan GoCar Rp3.000 di sejumlah kota. Simak syarat, mekanisme, dan ketentuan lengkapnya.
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.