Advertisement

Wisatawan Tenggelam Saat Bermain Snorkeling di Pantai Ngandong Gunungkidul

David Kurniawan
Minggu, 06 Maret 2022 - 13:47 WIB
Bhekti Suryani
Wisatawan Tenggelam Saat Bermain Snorkeling di Pantai Ngandong Gunungkidul Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Wisatawan asal Sidoarjo, Jawa Timur, Santo Mariyun,52, tenggelam saat bermain snorkeling di Pantai Ngandong, Kalurahan Tepus, Tepus, Minggu (6/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban pun pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Kecelakaan laut ini bermula saat korban bersama rombongan asal Sidoarjo berewisata ke pantai di Gunungkidul. Setibanya di Pantai Ngandong, Santo pun langsung menyewa peralatan snorkeling.

Usai peralatan terpasang, korban pun langsung bermain air di pantai. Saking asyiknya bermain tanpa sadar posisi sudah berada agak ke tengah. Dia pun panik dan disaat bersamaan masker tidak terpasang dengan benar dan kemasukan air laut hingga akhirnya tenggelam.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Melihat kejadian ini, petugas dibantu warga berupaya menolong korban. Namun saat ditolong, kondisinya sudah lemas dan tak sadarkan diri.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto saat dkonfirmasi membenarkan adanya laka laut melibatkan wisatawan asal Jawa Timur. Menurut dia, korban bisa diselamatkan, namun kondisinya pingsan.

BACA JUGA: 5 Kuliner Paling Hits dan Ramai Dikunjungi di Jogja, Ada Kuliner Sejuta Umat

“Diduga kebanyakan minum air sehingga kondisinya lemas dan tak sadarkan diri,” kata Suris, saat dihubungi, Minggu siang.

Menurut dia, upaya pertolongan sudah dilakukan. Korban pun dibawa ke Puskesmas I Tepus untuk dirawat. Meski demikian, oleh petugas medis, korban pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari. “Sudah dirujuk dan sekarang masih menunggu perkembangan terkait dengan kondisi korban,” katanya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono menambahkan, upaya pengawasan untuk mengurangi risiko kecelakaan laut terus dilakukan. Selain memberikan peringatan melalui pengeras suara, juga menerjunkan personel untuk berbaur dengan para wisatawan.

Advertisement

Meski demikian, lanjut dia, upaya mencegah terjadinya laka juga membutuhan partisipasi dari pengujung untuk terus berhati-hati dengan tidak mendekati area berbahaya. “Misal tidak main terlalu ke tengah karena ini berbahaya. Sebab, bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan laut,” katanya.

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement