Jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 5 Juli 2026, Tarif Mulai Rp12.000
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 5 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Kompleks situs Mantup, Banguntapan, Bantul, Selasa (15/3/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah situs bersejarah masih tersimpan di tengah sawah tepatnya di Kampung Sampangan, Baturetno, Banguntapan, Bantul. Situs di bawah pengawasan BPCB DIY ini bernama situs Mantup yang merupakan tempat ritual pernikahan di masa lampau.
Situs ini sebenarnya mudah diakses. Dari Jalan Wonosari maupun Jalan Majapahit atau Ringroad Timur. Hanya saja, memang tidak banyak masyarakat yang mengetahui situs ini. Kebetulan, dari Jalan Raya situs ini telah tertutup bangunan seperti keberadaan kafe hingga beragam industri kreatif di seputaran kampung tersebut.
"Saya kebetulan baru pertama kali melihat ini," kata salah seorang pengunjung yang menyempatkan menengok situs yang terpagar itu, Selasa (15/3/2022).
Berdasarkan papan informasi yang tertulis di Kompleks Situs Mantup, situs ini pertama kali ditemukan pada 25 Juni 1991 oleh 15 orang pekerja yang sedang menggali tanah milik seorang warga bernama Sumiyanto. Ketika itu penduduk sedang mengadakan penurunan permukaan tanah sawah untuk memudahkan pengairan yang berada di kedalaman 1,4 meter yang sekarang stratigrafi tanahnya menunjukkan adanya lapisan vulkanik mmebuktikan bahwa situs ini pernah terkena lahar akibat aktivitas gunung Merapi.
Situs mantup terdiri atas tiga bangunan berukuran kecil yang berjajar dari utara ke selatan dengan arah ke barat. Bangunan pertama terletak di utara berukuran 250x250x175 cm. Bangunan kedua di tengah berukuran 228 x 228 x 200cm dan ketiga di selatan dengan luas 216 x 216 x 158 cm, berada di kedalaman 1,4 meter.
Pada bangunan terdapat arca kalyanasundaramurti yang berukuran 70x35x20 cm terbuat dari natu andesit. Arca ini telah diamankan di Kantor BPCB DIY. Arca ini menggambarkan laki dan perempuan dalam posisi bergandengan tangan yang diduga merupakan penggambaran perkawinan Ciwa dan Parwati.
Fungsi situs ini sebagai tempat untuk melangsungkan upacara perkawinan dalam suatu bangunan suci dimaksudkan untuk memperoleh berkah dari dewa yang diarcakan dalam bentuk bangunan suci. Bentuk tubuh dan atap situs mantup tidak diketahui lagi karena reruntuhan.
Sisa bagian kaki situs dengan batu polos, situs ini tidak memiliki ornamen atau seni hias. Adanya arca menunjukkan bahwa sifat keagamaan situs ini merupakan Hindhu khususnya pemuja dewa Ciwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 5 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Ferrari meluncurkan 12Cilindri Manuale bermesin V12 dengan sensasi transmisi manual modern. Mobil edisi terbatas ini diproduksi 1.499 unit.
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Pemkab Bantul meresmikan Jogging Track Paseban sebagai fasilitas olahraga ramah lingkungan dan bagian dari target pembangunan lintasan lari di 17 kapanewon.
Janice Tjen/Aldila Sutjiadi kalah dramatis di tie-break Wimbledon 2026. Perlawanan sengit, namun harus akui keunggulan Kostyuk/Ruse. Aldila masih bertahan di ga
Fardhan Rainanda Joe gagal juara BAJC 2026 usai kalah dari Hong Tian Yue asal China. Indonesia pulang tanpa gelar dari Kejuaraan Asia Junior 2026