Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran kepolisian masih mengidentifikasi jasad pria telanjang yang mengapung di Kali Oya dan ditemukan pada Jumat (18/3/2022) lalu. Hasil autopsi ditemukan tiga identitas berbeda terkait dengan jasad tersebut.
Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi mengatakan, setelah proses evakuasi, jasad mengapung yang ditemukan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. Pada Sabtu (19/3/2022) sudah ada hasilnya, tapi membutuhkan pemeriksaan lebih detail guna memastikan siapa korban tersebut.
“Hasil autopsi menunjukkan tiga identitas terkait dengan jasad yang ditemukan di Sungai Oya. Ini yang masih dipelajari, untuk memastikan siapa korban ini,” kata Hajar, Sabtu (19/3/2022) malam.
Menurut dia, ketiga nama yang muncul sedang ditelusuri agar bisa diketahui identitas secara pasti. “Masih proses dan mudah-mudahan segera terungkap,” katanya.
BACA JUGA: Ini Nama-Nama Bos Minyak Goreng di Balik Merek Filma, Sunco dan Sania
Sebelumnya, pada Jumat pagi Warga Dusun Kedungwanglu, Banyusoco, Playen digegerkan penemuan mayat telanjang yang membusuk di aliran Kali Oya. Jasad tanpa identitas ini ditemukan oleh warga Dlingo, Bantul saat akan pergi ke ladang dengan menyeberangi Kali Oya. Tanpa sengaja, saksi melihat sesosok jasad yang mengambang di pinggiran sungai.
Temuan langsung dilaporkan ke Polsek Dlingo. Namun dikarenakan wilayah temuah berada di Gunungkidul, maka kasus diserahkan ke Polsek Playen. “Kami sudah mendatangi lokasi dan mengevakuasi jasad tanpa identitas ini,” kata Hajar, Jumat petang.
Dia menjelaskan, kondisi jasad laki-laki ini sudah membusuk. Saat ditemukan juga setengah telanjang karena tidak menggunakan celana. Setelah diperiksa juga tidak diketemukan bukti identitas diri.
Adapun ciri-cirinya berjenggot putih. Di saku kantong kemeja diketemukan sejumlah uang dan bungkus rokok. Selain itu, bekas luka di pipi kanan sampai mulut, memar di selangkangan kiri serta bagian kemaluan sudah membengkak.
“Kami belum menemukan identitas mayat,” katanya.
Hajar menambahkan, temuan jasad ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Sudah dikirim dan kami terus melakukan penyelidikan berkaitan dengan temuan ini,” kata Hajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.