Menko Muhaimin Ajak Generasi Muda Bangun Desa Demi Ketahanan Pangan
Cak Imin mengajak generasi muda kembali ke desa membangun pertanian demi memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis inovasi.
PKL Malioboro mulai melihat lokasi Teras Malioboro 2 yang menjadi tempat baru. Mereka mulai menata tempat pada Selasa (1/2/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan respons terkait kasus viral PKL Teras Malioboro menjual oleh-oleh jenis Wingko yang berjamur alias kadaluarsa. Sultan meminta pedagang selalu mengecek barang dagangannya untuk memastikan tetap aman.
Sultan HB X menilai kemungkinan kondisi serupa juga terjadi saat sebelum PKL sepanjang Malioboro dipindah ke Teras Malioboro. Hanya saja waktu itu tidak ada yang menyampaikannya ke publik. Akan tetapi karena saat ini telah ditempatkan pada lokasi jualan berbeda, dalam hal ini Teras Malioboro sehingga banyak masyarakat ikut mengontrol kualitas produknya sehingga dapat diketahui kasus tersebut.
“Dulu mungkin cara jualannya juga begitu, neng ora ngerti. Sekarang begitu tempatnya berbeda yang lebih dikontrol kualitas produknya baru ketahuan. Mungkin dulu juga enggak tahu juga, podo wae,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (21/3/2022).
Sultan meminta kepada para PKL di Teras Malioboro agar lebih sering mengecek barang dagangannya terutama yang menjual makanan. “Jangan mestinya njamur tetep didol [Kalau basi jangan dijual]. Jualan makanan seperti itu kan enggak tahan lama. Misalnya kita tuku bakmi wis rong dino kan podo wae ra iso dipangan kan,” ucapnya.
BACA JUGA: Kantor Grab Jogja Digeruduk Ratusan Ojol, Ini Penyebabnya
HB X memastikan melalui dinas terkait pembinaan sudah dilakukan. Termasuk melakukan verifikasi kualitas produk dari para pedagang yang berjualan di Teras Malioboro. Hal serupa bisa terjadi kapan saja jika pedagang tidak melakukan kontrol terhadap makanan yang dijual.
“Dinas melakukan pembinaan yang masuk di situ kan kualitas produknya kan kita verifikasi, tetapi kalau makanan memang tidak tahan lama. Jadi mestinya yang punya toko warung itu mengecek jualannya, jangan malah jamur terus didol kan gitu. Hal seperti itu pasti akan terjadi kapan pun kalau si pemilik sendiri tidak pernah mengontrol terhadap barang dagangannya,” ujarnya.
Dengan ditempatkan pada lokasi baru, Sultan berharap para pedagang bisa terus meningkatkan kualitas produk jualannya.
“Jenis jualannya itu kan di Teras [Malioboro] sudah berbeda daripada pada waktu masih di sepanjang Malioboro kan. Sudah bisa kita lihat. Mestinya mereka juga meningkatkan servis [layanan]. Meningkatkan mutu produk yang dijual, kalau njamur berarti kan tidak memenuhi standar. Tetapi yang bisa mengontrol kan dirinya sendiri,” kata Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cak Imin mengajak generasi muda kembali ke desa membangun pertanian demi memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis inovasi.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Dandim Agam bantah isu Kopdes Merah Putih di Sianok terisolir. Lokasi strategis di kawasan wisata dan mudah diakses warga.