Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Suasana Pantai Parangtritis dipenuhi para wisatawan, Sabtu (25/12/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwsiata menyebut angka kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata khususnya yang dikelola oleh Pemkab Bantul menurun signifikan akhir pekan lalu.
Penyebabnya diduga karena saat ini sekolah rata-rata sedang menjalani ujian tengah semester, kemudian ada juga biro perjalanan wisata yang membatalkan kunjungan ke Bantul.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwsiata Bantul, Markus Purnomo Adi menjelaskan berdasarkan data kunjungan wisata saat weekend atau akhir pekan lalu tepatnya dari 18-20 Maret tercatat ada 29.776 orang yang datang ke Bantul. Dari jumlah tersebut pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh sebanyak Rp289.216.000.
“Jumlah ini turun 9,6 persen dibanding akhir pekan tanggal 11-13 Maret,” katanya, saat dihubungi Senin (21/3/2022). Pada 11-13 tercatat ada 32.959 orang yang datang ke Bantul dengan pendapatan Rp320.006.250. Dari jumlah kunjungan tersebut, 87% atau 28.813 orang masih menjadikan kawasan Parangtritis sebagai tujuan utama berwisata. Sisanya ke pantai Samas ke barat hingga Pandansimo.
BACA JUGA: DIY Berpotensi Turun ke PPKM Level 3, Sultan: Level 3 atau 4 Podo Wae.
Tidak hanya data akhir pekan kunjungan wisatawan yang menurun, namun akumulasi jumlah wisatawan selama sepekan juga menurun dibanding pekan sebelumnya. Pada 14-20 Maret, Markus menyebut ada 40.879 orang datang ke Bantul dengan pendapatan Rp396.974.250, “Turun 7,4 persen dibanding seminggu yang lalu,” paparnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan penurunan jumlah wisatawan ke Bantul ini bukan karena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, namun karena sekolah-sekolah saat ini sedang menjalani ujian tengah smester, “Prediksiku penurunan jumlah wisatawan ini karena ujian tengah smester,” ujarnya.
Selain sekolah sedang menjalani ujian tengah smester, ada juga informasi dari sejumlah pengelola destinasi bahwa ada pembatalan beberapa kunjungan rombongan wisatawan. Namun ia tidak mengetahui alasan detailnya.
Ipung memprediksi tren penurunan wisatawan ke Bantul ini masih akan berlanjut sampai menjelang lebaran nanti. Menurutnya, sudah menjadi tradisi tahunan selama Ramadan sejumlah objek wisata sepi dan itu terjadi bukan hanya di Bantul namun juga sejumlah objek wisata di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.