Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan kesiapannya untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka secara penuh. Meski demikian, pelaksanaannya masih menunggu kebijakan dari bupati berkaitan dengan pemberlakukan PPKM.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan hingga sekarang sekolah tatap muka masih terbatas, yakni sebesar 50% dari kapasitas di kelas. Meski demikian, ada wacana untuk mengembalikan pembelajaran tatap muka secara penuh.
“Gunungkidul tidak ada masalah kalau dikembalikan ke tatap muka 100%,” kata Winarno, Jumat (25/3/2022). Kesiapan menggelar tatap muka secara penuh tidak lepas dari perkembangan penularan kasus Corona.
Dia menilai temuan kasus sudah jauh menurun dan dalam satu minggu terakhir tidak ada laporan kasus dan sekolah menyelenggarakan pembelajaran secara daring. “Memang tidak ada temuan kasus di sekolah,” katanya.
Meski demikian, kepastian pembelajaran tatap muka sangat bergantung dengan kebijakan dari bupati. Hingga sekarang, dinas pendidikan masih menunggu instruksi bupati tentang PPKM yang dijadikan acuan pelaksanaan di sekolah. “Intinya kami siap kalau sekolah dikembalikan ke tatap muka secara penuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.
Tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat setelah hilang kontak tiga hari di perairan Banggai dan terdampar di Sulawesi Utara.
Suahasil Nazara menegaskan komitmen menjaga APBN agar mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia hingga 2029.
Desa Wisata Sasak Ende menghadirkan kehidupan tradisional Sasak lewat rumah adat, Gendang Beleq, Peresean dan aktivitas warga.