Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Wisatawan sedang menikmati wisata naik perahu di sungai Opak tepatnya di sekitar Jembatan Kretek II yang dikelola oleh Deswita Perau Opak Tirtohargo, Kretek, Bantul, Rabu (30/3/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Seiring dengan sudah selesainya pembangunan jembatan Kretek II dan segera beroperasional pada Agustus mendatang, warga Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Bantul, langsung membuka objek wisata baru di bawah jembatan tersebut.
Wahana yang ditawarkan adalah menaiki perahu di bawah jembatan berkeliling sampai muara sungai Opak, outbond, taman bunga, camping, agrowisata atau kebun buah. Selain itu deretan lapak usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga tersedia di area wisata tersebut. Fasilitas lainnya yang sudah tersedia adalah musala dan toilet, dan tempat parkir.
Ketua Desa Wisata (Deswita) Tirtohargo, Mujiyana mengatakan pembukaan objek wisata tersebut sudah dimulai sejak September tahun lalu atau saat pembangunan jembatan Kretek II dilakukan. Wisata tersebut dibuka langsung oleh lurah kalurahan setempat.
Pihaknya tidak ingin ketinggalan dengan operasionalnya jembatan tersebut nantinya wisatawan bisa memanfaatkan objek wisata yang dikelolanya, “Tapi ikonnya tetap jembatan Kretek II,” kata Mujiyana, saat ditemui di lokasi wisata Perau Opak Tirtohargo, Rabu (30/3/2022).
Baca juga: Bakal Ada Taman & Ornamen Tugu, Jembatan Kretek 2 Bakal Jadi Daya Tarik di JJLS
Sejauh ini pembangunan sarana dan prasarana wisata termasuk pengadaan perahu yang digunakan sebagai ikon wisata masih dilakukan secara swadaya masyarakat. Warga bahu-membahu membangun objek wisata tersebut sampai pengeluaran dana pribadi warga. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk melengkapi sarana dan prasarana Deswita Perau Opak Tirtohargo.
Harian Jogja berkesempatan untuk naik perahu melintasi bawah jembatan di Kali Opak sampai ke utara. Kemudian kembali ke selatan menuju muara kali Opak. Kemudian mampir di hutan Mangrove Baros, lalu kembali menuju jembatan Kretek II. Waktu yang ditempuh sekitar 20 menit.
Beberapa sarana prasarana memang sudah ada namun masih belum memadai. Tempat parkir masih berupa pasir, akses jalan menuju Deswita Perau Opak Tirtohargo dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau tepatnya di barat jembatan Kretek II masih rusak. Selain itu jalan hanya cukup untuk satu jalur kendaraan sehingga tidak bisa papasan mobil.
Mujiyana mengakui sarana prasarana memang belum memadai karena masih keterbatasan dana. Ke depannya jalur masuk akan dipindah tepat di sisi barat jembatan Kretek yang jaraknya tidak lebih dari 50 meter. Objek wisata tersebut juga sangat terlihat jelas dari atas Jembatan Kretek II.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, saat dimintai konfirmasi sudah mengetahui secara pribadi objek wisata Perau Opak Tirtohargo, namun dari Dinas Pariwisata belum ada rencana pengembangan di objek wisata tersebut karena membutuhkan kajian mulai dari kebencanaan saat Kali Opak pasang dan sebagainya.
Yang sudah dilakukan pengembangan justru di Laguna Depok, “Rencananya di selatan jembatan nantinya ada rumah makan apung, ada wisata perahu, dan ada foodcourt yang pengelolaannya akan dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Parangtritis,” kata Markus.
Sementara di barat jembatan Kretek II yang sudah dikembangkan dan dibantu oleh Dinas Pariwisata adalah kawasan hutan Mangrove Baros. Namun demikian pria yang akrab disapa Ipung ini mengapresiasi warga Tirtohargo yang membuka objek wisata di bawah jembatan Kretek II tersebut. Pihaknya akan segera mendiskusikannya dengan bidang terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.