Advertisement

UGM Operasikan Dua Bus Listrik untuk Lawan Laju Perubahan Iklim

Lugas Subarkah
Jum'at, 01 April 2022 - 13:27 WIB
Budi Cahyana
UGM Operasikan Dua Bus Listrik untuk Lawan Laju Perubahan Iklim Rektor UGM, Panut Mulyono, meresmikan pengoperasian Transgama, di Balairung UGM, Jumat (1/4/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMANUGM mengoperasikan dua unit Trans Gajah Mada (Transgama) untuk mendukung transportasi ramah lingkungan sekaligus menjadi sarana mobilitas sivitas akademik. Bus dengan kapasitas 20 orang ini digerakkan oleh energi listrik.

BACA JUGA: Jogja Butuh Prodi Hukum Khusus Pariwisata dan Kearifan Lokal

Advertisement

Rektor UGM, Panut Mulyono, menjelaskan dunia berupaya mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan untuk melawan laju perubahan iklim.

“Maka kami launching bus listrik, karena kecenderungan saat ini kita gunakan sumber energi terbarukan, ramah lingkungan, tidak mengeluarkan karbon,” ujarnya, Jumat (1/4/2022).

Keuntungan menggunakan bus listrik antara lain tidak bising dan udara di sekitar kampus terjaga karena bus tidak melepaskan emisi CO2. Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa agar bisa mempraktikkan perangkat ramah lingkungan di tempat kerjanya.

Transgama merupakan bagian dari gerakan UGM Green Campus, yakni upaya untuk menciptakan infrastruktur yang ramah lingkungan. Dengan dua unit bus, disediakan dua rute untuk masing-masing bus dengan 23 halte. Dalam sekali putaran, bus diperkirakan memerlukan waktu 60 menit. Transgama beroperasi setiap Senin sampai Jumat, pukul 06.30-16.16 WIB.

Direktur Aset UGM, Djoko Sulistiyo, menjelaskan halte yang dilalui Transgama akan dilengkapi bangunan. “Rute 1A maupun 1B, lokasi haltenya kami integrasikan dengan stasiun sepeda dan tempar parkir. Ada juga yang dekat dengan Trans Jogja,” ungkapnya.

Beberapa lokasi halte di antaranya Grha Sabha Pramana (GSP), Perpustakaan Pusat, Wisma Kagama, UC Resto, RSUP Dr Sardjito, Tavesia Tomur, Masjid Kampus, RS Panti Rapih, Asrama Mahasiswa Ratnaningsih Bulaksumur, Sekolah Vokasi dan semua fakultas di UGM.

BACA JUGA: Sanata Dharma Tambah 9 Insinyur Baru

Advertisement

Bus listrik ini sudah dilenglapi dengan charger pada masing-masing unit, yang akan diisi setiap hari selama tiga jam di garasi. Bus listrik tersebut berasal dari bantuan Menko Perekonomian yang masih merupakan produk dari luar negeri.

UGM berencana menambah jumlah bus listrik dengan menggunakan produk dari dalam negeri. “Kami sudah menjajaki, kemungkinan nanti dengan produk dalam negeri dari PT INKA, sekarang sedang produksi dan ini sudah launching juga untuk G20,” ungkapnya.

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Keren! Warga Desa Ini Tanam Padi Bergambar Soekarno

News
| Selasa, 28 Juni 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia

Wisata
| Sabtu, 25 Juni 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement